BANDA ACEH, FR — Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh mulai memadati halaman depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (30/12/2025) sore. Massa aksi tergabung dalam Aliansi Aceh Bergerak dan datang secara berkelompok sejak pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, mahasiswa sebelumnya berkumpul di kawasan Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, sebelum bergerak menuju Gedung DPRA. Mereka membawa spanduk, poster tuntutan, serta bendera organisasi masing-masing. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar pintu masuk utama DPRA.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, massa aksi menyoroti kondisi Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota. Mahasiswa menilai penanganan bencana masih belum maksimal, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Salah satu orator menyampaikan bahwa hingga kini masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian dengan fasilitas terbatas. “Di lapangan, rakyat Aceh masih tidur di tenda berlumpur, kekurangan logistik, dan belum mendapat kepastian pemulihan. Ini kondisi darurat yang seharusnya mendapat perhatian serius negara,” ujar orator dari atas mobil komando.
Massa aksi menuntut pemerintah pusat segera menetapkan status bencana yang melanda Aceh sebagai Bencana Nasional, agar penanganan dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan menyeluruh. Mereka juga mendesak DPRA untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung di depan Gedung DPRA. Belum terlihat perwakilan resmi DPRA menemui massa. Aparat keamanan tetap bersiaga untuk memastikan aksi berjalan aman dan kondusif, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar meski sempat melambat. (TM)







