REDELONG, FR — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan status aktivitas Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Status yang sebelumnya berada pada Level III (Siaga) kini diturunkan menjadi Level II (Waspada).
Penurunan status tersebut tertuang dalam Laporan Khusus Badan Geologi Nomor: 4/GL.04/BGL/2026, yang menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Burni Telong dinilai mengalami penurunan signifikan. Penetapan status baru berlaku sejak Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 14.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara intensif sejak 1 Januari 2026. Hasil pemantauan menunjukkan tren penurunan aktivitas kegempaan gunung api tersebut.
“Pada periode pengamatan hingga 3 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, tercatat hanya 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 11 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). Jumlah ini jauh menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujar Lana dalam keterangan resminya, Sabtu (3/1).
Selain itu, hasil pengamatan visual juga memperkuat keputusan penurunan status. Hingga laporan ini dirilis, kawah Gunung Burni Telong tidak teramati mengeluarkan asap, menandakan tidak adanya peningkatan tekanan magma ke permukaan.
Meski status telah diturunkan ke Level II (Waspada), Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada, mematuhi rekomendasi teknis, serta tidak melakukan aktivitas yang mendekati area kawah.
(Salhadi)








