Bener Meriah, FR – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Mulyadi, membenarkan adanya rencana kedatangan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kampung Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Hal tersebut disampaikan Mulyadi kepada Realitasonline.id, Rabu (29/1/2026). Menurutnya, Kampung Uning Mas merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
“Akibat bencana tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, seperti jalan, sekolah, serta sarana air bersih. Bahkan, kegiatan belajar-mengajar saat ini masih dilaksanakan di tenda BNPB,” ujar Mulyadi.
Ia menilai, kehadiran mahasiswa Unsyiah untuk melakukan perbaikan pipanisasi air bersih serta memberikan layanan trauma healing kepada para siswa sangat positif dan memang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
“Forkopimcam dan aparatur desa siap menerima serta mendukung penuh kegiatan mahasiswa. Kami juga siap memberikan pengawasan dan pengamanan selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.
Mulyadi juga memastikan bahwa akses jalan menuju Kampung Uning Mas kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu, jaringan listrik yang sempat terputus pascabencana kini telah kembali normal.
Terkait penempatan peserta, pihak kecamatan telah menyiapkan lokasi terpisah antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Namun, apabila mahasiswi tidak bersedia menginap di Kampung Uning Mas, pihak kecamatan juga menyediakan tempat menginap di Kantor Camat Pintu Rime Gayo di Desa Blang Rakal, yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi kegiatan.
Diketahui, kegiatan bakti sosial mahasiswa Unsyiah direncanakan berlangsung selama 10 hari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Syiah Kuala. Salah seorang dosen yang dihubungi melalui WhatsApp juga belum memberikan pernyataan, meski sebelumnya menyampaikan akan memberikan informasi setelah rapat tim.
Sementara itu, masih belum dapat dipastikan apakah kegiatan tersebut murni bakti sosial atau bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN). (Salhadi)






