JAKARTA, FR – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis global, termasuk konflik Palestina dan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan, ormas Islam sepakat menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Namun, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam setiap langkah diplomasi internasional agar tidak berdampak kontraproduktif bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Secara prinsip semua sepakat membela Palestina, tapi implementasinya harus cermat agar tidak justru merugikan,” ujar Gus Yahya.
Terkait rencana keterlibatan Indonesia di BoP, Gus Yahya menyebut Prabowo telah memberikan penjelasan komprehensif. Pemerintah, menurutnya, membuka peluang berperan aktif secara konkret dan progresif dalam mendorong perdamaian global, termasuk bagi Palestina.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Indonesia memperkuat posisi diplomatiknya di forum internasional tanpa mengabaikan komitmen historis terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.







