Teheran, FR – Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru. Seyyed Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) ketiga Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat.
Keputusan tersebut diambil oleh Assembly of Experts (Majelis Ahli), lembaga ulama yang secara konstitusional berwenang memilih pemimpin tertinggi Iran.
Majelis Ahli menggelar sidang luar biasa tak lama setelah wafatnya Ali Khamenei untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas.
“Pemilihan dilakukan melalui dukungan mayoritas anggota setelah pembahasan dan peninjauan sesuai ketentuan konstitusi Republik Islam Iran,” demikian pernyataan resmi Majelis Ahli yang dikutip Tehran Times, Senin (9/3/2026).
Dengan penetapan ini, Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979, setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini dan Ayatollah Ali Khamenei.
Majelis Ahli juga menyerukan kepada rakyat Iran, para ulama, serta kalangan intelektual untuk memberikan baiat kepada pemimpin baru serta menjaga persatuan nasional di tengah situasi yang penuh tantangan.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi saat kawasan Timur Tengah tengah menghadapi eskalasi konflik yang meningkat, menjadikan suksesi di Iran sebagai salah satu perkembangan geopolitik paling krusial saat ini.







