Banda Aceh, FR – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memulai perundingan penting di Pakistan pada Minggu sore waktu Indonesia. Pertemuan ini menjadi sorotan karena membahas isu krusial seperti program nuklir, sanksi ekonomi, hingga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Delegasi Amerika Serikat dan Iran disebut telah tiba di Pakistan untuk menjalani perundingan tertutup di sebuah hotel. Informasi ini mengemuka dari berbagai laporan media internasional seperti Reuters, Al Jazeera, dan BBC.
Pertemuan ini berlangsung di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara, terutama terkait program nuklir Iran serta konflik yang melibatkan kelompok-kelompok di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah poin pembahasan dari pihak Iran yang beredar di antaranya permintaan pencabutan seluruh sanksi ekonomi, kompensasi atas dampak konflik, serta jaminan keamanan agar tidak terjadi serangan di masa depan. Iran juga disebut tetap mempertahankan haknya dalam pengayaan uranium.
Selain itu, Iran menyoroti keamanan di Selat Hormuz dan meminta penghentian serangan terhadap kelompok yang berafiliasi dengan mereka di kawasan.
Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian pengayaan uranium, pembatasan pengembangan misil, serta penghentian dukungan Iran terhadap kelompok milisi di Gaza, Yaman, Irak, dan Lebanon.
Sebagai bagian dari negosiasi, Washington disebut membuka peluang pencabutan sanksi secara bertahap jika Teheran memenuhi sejumlah persyaratan tersebut.
Selat Hormuz juga menjadi perhatian utama dalam perundingan ini, mengingat perannya yang strategis sebagai jalur distribusi energi global.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak terkait jalannya perundingan. Namun, negosiasi ini dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah hubungan AS dan Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. (Red)







