BANDA ACEH, FR – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui sosialisasi bahaya narkoba bagi masyarakat yang digelar di Hotel Madinatul Zahra, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Kesadaran Menolak Narkoba” itu diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pemuda dan masyarakat Kota Banda Aceh. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah serius pemerintah dalam menekan peredaran serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Selain memberikan edukasi mengenai dampak buruk narkoba, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman barang terlarang tersebut. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi hingga siang, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi bersama narasumber.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemko Banda Aceh dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba yang dicanangkan Presiden .
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendukung program nasional untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkoba, sekaligus mewujudkan Banda Aceh bersih dari narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota melalui Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Bachtiar, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba sejak dini.
Ia menilai penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda serta memicu berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Bachtiar, meski terjadi peningkatan pengguna narkoba di Banda Aceh, kondisi peredaran narkoba di daerah tersebut masih dinilai lebih baik dibanding sejumlah wilayah lain di Aceh. Namun demikian, ia meminta masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman narkoba yang dapat menyasar siapa saja.
“Yang paling penting adalah menjaga diri sendiri dari narkoba. Jika masyarakat sudah sadar akan bahaya narkoba, insyaallah Banda Aceh bisa bersih dari narkoba,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan pesan antinarkoba kepada keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bachtiar turut mengapresiasi dukungan Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua Badan Legislasi DPRK Kota Banda Aceh, Ramza Harli, yang telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar ke depan dapat dipertimbangkan pelaksanaan tes narkoba bagi masyarakat Kota Banda Aceh sebagai salah satu langkah pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba. (R)






