LAMPUNG SELATAN, FR – Ratusan warga Kecamatan Kalianda dan sekitarnya memadati Masjid Agung Kalianda untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Momentum Idul Adha tahun ini terasa semakin bermakna setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil menghimpun 36 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke berbagai wilayah hingga pelosok desa.
Salat Idul Adha turut dihadiri Camat Kalianda Ruris Apdani bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan tokoh masyarakat setempat. Bertindak sebagai khatib yakni Ustaz Khairul Ulum Al Hafiz, sementara imam dipimpin Ustaz Fuad Salim dan bilal oleh Ustaz Febri Robiansyah.
Dalam sambutan tertulis Bupati Lampung Selatan yang dibacakan Camat Kalianda Ruris Apdani, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
“Pada momentum Iduladha tahun ini, Pemkab Lampung Selatan bersama masyarakat melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 36 ekor sapi,” ujar Ruris.
Ia menjelaskan, puluhan sapi kurban tersebut berasal dari partisipasi pemerintah daerah, pejabat pemerintah, pihak swasta, serta para shohibul kurban di Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut Ruris, Pemkab Lampung Selatan menerapkan pola distribusi yang terstruktur agar penyaluran daging kurban dapat merata dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Dari total 36 ekor sapi, sebanyak 11 ekor disembelih khusus untuk jemaah Masjid Agung Lampung Selatan. Proses penyembelihan dilakukan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah daerah di Kecamatan Sidomulyo guna memastikan higienitas daging kurban.
“Sedangkan 25 ekor lainnya didistribusikan ke berbagai kecamatan, instansi vertikal, pondok pesantren, dan elemen masyarakat lainnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.
Selain menyoroti pemerataan distribusi daging kurban, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasca-penyembelihan hewan kurban.
Ruris mengimbau panitia dan masyarakat agar limbah penyembelihan dikelola dengan baik demi mencegah pencemaran lingkungan.
“Pastikan limbah dan kotoran hewan kurban dikelola dengan baik serta tidak dibuang ke sungai maupun saluran air, agar tidak menimbulkan pencemaran dan penyumbatan aliran air di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
(Nzr/dul)







