MEDAN, FR – Aktivis sekaligus pengacara, Silsilah K.P.A. Halawa, S.H., C.PP., mendesak Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Utara untuk melakukan pendalaman terhadap maraknya peredaran narkotika di wilayah Kepulauan Nias, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum tertentu yang berkembang di tengah masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Silsilah saat berorasi dalam aksi unjuk rasa di Markas Polda Sumatera Utara, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, peredaran narkoba di wilayah Nias telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Dalam orasinya, Silsilah meminta Dit Intelkam Polda Sumut melakukan pengawasan dan kegiatan intelijen secara profesional terhadap aktivitas penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Nias. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada pihak yang terlibat ataupun memberikan perlindungan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika.
“Kami meminta Dir Intelkam Polda Sumut melakukan pendalaman terhadap aktivitas Sat Narkoba Polres Nias. Sebab, terdapat dugaan yang berkembang di masyarakat bahwa maraknya peredaran narkoba di Nias tidak terlepas dari adanya oknum yang diduga terlibat dalam praktik jual beli narkoba,” ujar Silsilah di hadapan massa aksi.
Ia menegaskan bahwa setiap dugaan yang muncul harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang objektif, transparan, dan profesional. Menurutnya, apabila terdapat oknum yang terbukti terlibat, baik dari kalangan aparat maupun pihak lainnya, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Silsilah juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh dilakukan secara tebang pilih. Kejahatan narkotika, katanya, merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Kami berharap Polda Sumut melalui fungsi intelijen, pengawasan internal, dan Direktorat Reserse Narkoba dapat melakukan penyelidikan menyeluruh. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum serta jaminan bahwa penegakan hukum berjalan secara adil dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Menurut Silsilah, pengawasan internal yang kuat dan penyelidikan yang transparan juga menjadi bagian penting dalam menjaga integritas institusi kepolisian. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba dapat terus terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Nias maupun pihak terkait lainnya mengenai pernyataan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih memerlukan pembuktian dan verifikasi melalui proses hukum yang berlaku.
(TIM/Redaksi)






