JAKARTA, FR – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan bersama perwakilan PLN Pusat, PLN Aceh, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh.
Pertemuan yang berlangsung di Warkop Kopi Tarek Premium, Cikini, Jakarta, Jumat (26/6/2026), membahas potensi besar Aceh dalam pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya.
Dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi serta ketersediaan lahan di sejumlah wilayah, Aceh dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu kawasan pengembangan PLTS di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, BUMN, maupun investor untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang dimiliki daerah.
Menurutnya, pengembangan PLTS tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mampu mendorong masuknya investasi, membuka lapangan kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Potensi energi surya yang dimiliki Aceh perlu dikelola secara optimal melalui sinergi seluruh pihak. Pemerintah Aceh menyambut baik setiap inisiatif yang dapat mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar M. Nasir.
Sementara itu, para peserta pertemuan turut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk langkah-langkah teknis untuk merealisasikan potensi energi surya menjadi proyek yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, PLN, dan para pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pengembangan PLTS di Aceh. Upaya ini diharapkan dapat mendukung target transisi energi nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan energi bersih. []








