[Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].
“Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrah. Jadilah teladan di tengah masyarakat, menjadi duta kebaikan yang mempererat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan manfaat bagi sesama.”
- Suasana haru mewarnai kepulangan jamaah haji asal Aceh Tamiang. Pemerintah daerah mengajak para haji dan hajjah menjadi perekat persaudaraan serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
TANGIS haru, pelukan hangat, dan ucapan syukur pecah di halaman Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 29 Juni 2026.
Setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci, sebanyak 143 jamaah haji asal Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya kembali ke kampung halaman dengan selamat.
Momentum penuh kebahagiaan itu menjadi lebih istimewa ketika Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, didampingi Wakil Bupati Ismail, S.E.I., menyambut langsung kedatangan para tamu Allah tersebut.
Penyambutan berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Ratusan keluarga jamaah telah memadati lokasi sejak pagi, menanti kepulangan orang-orang tercinta yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Turut hadir dalam penyambutan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat.
Akhir dari Perjalanan Spiritual
KEDATANGAN jamaah haji bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan spiritual. Lebih dari itu, kepulangan mereka menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyambut lahirnya pribadi-pribadi yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT sehingga para jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrah.
Menurut Armia, predikat haji bukan hanya tercermin dari selesainya ibadah di Tanah Suci, melainkan juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kemabruran haji melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat mempererat persaudaraan sesama umat.
“Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrah. Jadilah teladan di tengah masyarakat, menjadi duta kebaikan yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Bupati Armia Pahmi.
Bupati juga mengingatkan bahwa pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci hendaknya menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat persatuan, serta menebarkan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur-figur yang mampu menjadi contoh dalam menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Sementara itu, berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Haji pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, jumlah jamaah haji yang kembali ke daerah pada kloter tersebut sebanyak 143 orang.
Seluruh jamaah tiba dalam kondisi baik setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi menuju Tanah Air dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tamiang.
Prosesi penyambutan berlangsung tertib. Sejumlah keluarga tampak tak kuasa menahan haru saat bertemu kembali dengan anggota keluarga mereka setelah lebih dari satu bulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pelukan hangat, doa, dan ucapan syukur menjadi pemandangan yang mendominasi suasana. Banyak di antara keluarga yang membawa bunga serta mengabadikan momen bersejarah tersebut.
Momentum penyambutan ini juga menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kepada para jamaah yang telah menyelesaikan salah satu ibadah terbesar dalam ajaran Islam.
Pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama berhaji dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi pembangunan karakter masyarakat Aceh Tamiang.
Dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang menyandang predikat haji, diharapkan semakin banyak lahir tokoh-tokoh yang mampu menjadi penggerak kehidupan sosial, memperkuat toleransi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjaga persatuan dalam keberagaman.
Kepulangan para jamaah haji juga menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
Melalui keteladanan, kesederhanaan, dan semangat melayani sesama, para haji dan hajjah diharapkan mampu menjadi cahaya yang menerangi lingkungan sekitarnya.
Nilai Kesabaran dan Keikhlasan
KEPULANGAN 143 jamaah haji Aceh Tamiang menjadi penanda berakhirnya perjalanan fisik dari Tanah Suci, tetapi sekaligus membuka babak baru perjalanan pengabdian di tengah masyarakat.
Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian yang ditempa selama berhaji diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, melainkan menjelma menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Di tengah tantangan kehidupan sosial yang semakin kompleks, kehadiran para haji dan hajjah diharapkan menjadi perekat persatuan, penjaga harmoni, sekaligus teladan dalam membangun masyarakat Aceh Tamiang yang religius, damai, dan bermartabat. [].






