[Linda (35), Penyintas Huntara II]
“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, terutama untuk memenuhi kebutuhan bayi kami yang baru lahir.”
- Penyaluran bantuan stimulan tahap I hingga IV di Kantor Pos Indonesia Cabang Pembantu Kota Kualasimpang menjadi momentum haru bagi para penyintas bencana ekologis dan hidrometeorologi. Di tengah antrean panjang, ucapan syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengalir dari para penerima manfaat.
SUASANA berbeda tampak di halaman Kantor Pos Indonesia Cabang Pembantu Kota Kualasimpang, Selasa, 30 Juni 2026 Lalu. Sejak pagi, ratusan warga yang menjadi penyintas bencana ekologis dan hidrometeorologi telah memadati lokasi penyaluran bantuan stimulan.
Di balik antrean panjang, terselip wajah-wajah penuh haru. Penantian selama berbulan-bulan akhirnya terjawab ketika bantuan stimulan tahap I, II, III, dan IV mulai disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
Ucapan syukur pun bergema dari berbagai sudut antrean. Beberapa warga secara spontan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., yang mereka nilai telah berupaya mempercepat proses pencairan bantuan bersama jajaran pemerintah daerah.
“Terima kasih, Pak Bupati. Kami sudah menerima bantuan ini. Usaha Bapak dan jajaran akhirnya membuahkan hasil. Sekali lagi, terima kasih,” ujar salah seorang penerima bantuan di tengah kerumunan warga.
Ucapan serupa datang silih berganti dari warga lainnya.
“Terima kasih atas upaya Bapak mempercepat penyaluran bantuan ini,” kata seorang penerima bantuan lainnya.
Bantuan Menjadi Awal Memulai Kehidupan Baru
BAGI Misnan (40), warga Kampung Harum Sari, bantuan tersebut menjadi modal awal untuk kembali membangun kehidupan keluarganya setelah diterpa bencana.
Menurutnya, bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang selama ini tertunda.
“Saya sudah bisa membeli kebutuhan rumah tangga untuk memulai hidup baru. Terima kasih, Pak Bupati Armia,” ujar Misnan.
Hal senada disampaikan Ramadhan (41), warga Kampung Bundar. Ia mengaku bantuan tersebut memberi harapan baru bagi keluarganya untuk kembali membuka usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum menerima bantuan agar tetap bersabar menunggu proses penyaluran sesuai tahapan.
“Harapan saya, warga yang belum menerima bantuan tetap bersabar. Semua akan mendapat giliran. Jangan menyalahkan Bupati Armia. Beliau sudah berusaha untuk kita semua. Hari ini kami menjadi buktinya,” katanya.
Harapan Baru bagi Penyintas
RASA syukur juga diungkapkan Linda (35), warga Kampung Bundar yang saat ini tinggal di Hunian Sementara (Huntara) II di depan SMP Negeri 1 Karang Baru.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terlebih karena saat ini ia baru dikaruniai seorang bayi.
“Alhamdulillah, bantuan ini bisa kami gunakan untuk membeli kebutuhan bayi kami yang baru lahir dan memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih kepada Bupati Armia yang terus berupaya agar bantuan dari pemerintah pusat segera disalurkan,” ujarnya.
Linda juga mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilainya terus bekerja mengawal proses percepatan penyaluran bantuan.
“Terima kasih atas dedikasinya membawa masyarakat Aceh Tamiang bangkit dari keterpurukan dan kembali menatap masa depan,” ucapnya.
Apresiasi dari Luar Daerah
APRESIASI terhadap upaya penanganan bencana juga datang dari Herman (50), warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Menurutnya, ia mengikuti perkembangan penanganan bencana di Aceh Tamiang sejak awal dan menilai pemerintah daerah menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan bantuan bagi masyarakat.
“Saya melihat Bupati Aceh Tamiang bekerja sejak hari pertama bencana. Beliau terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar bantuan segera turun kepada masyarakat,” katanya.
Herman juga mengaku mengetahui adanya penggalangan bantuan dari rekan-rekan Bupati Armia Pahmi pada masa awal tanggap darurat yang kemudian disalurkan kepada penyintas.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian yang dilakukan sebelum bantuan pemerintah pusat mulai berdatangan.
“Saya bukan warga Aceh Tamiang, tetapi saya ikut merasakan perjuangan masyarakat di sini. Karena itu saya berharap masyarakat tetap mendukung proses pemulihan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemulihan pascabencana membutuhkan waktu, sinergi, dan dukungan semua pihak agar Aceh Tamiang dapat kembali bangkit.
Di Tengah Antrean Panjang
PENYALURAN bantuan stimulan bukan sekadar proses administrasi pencairan dana. Bagi para penyintas, bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya negara dan awal dari upaya membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda akibat bencana.
Di tengah antrean panjang yang dipenuhi harapan, senyum para penerima bantuan menjadi gambaran bahwa proses pemulihan terus bergerak.
Meski masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, masyarakat berharap seluruh tahapan bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran sehingga pemulihan Aceh Tamiang berlangsung semakin cepat dan menyeluruh. [].







