Washington DC, FR – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pemerintahannya sengaja memberikan jeda selama sepekan kepada Iran untuk menyelesaikan rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Trump, langkah itu dilakukan sebagai bentuk itikad baik di tengah ketegangan kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam perayaan America 250 di Mount Rushmore, South Dakota, Jumat (4/7) waktu setempat.
“Kami memberi mereka waktu satu minggu untuk pemakaman karena kami baik hati,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Trump juga mengklaim Iran kini sangat ingin mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat setelah konflik yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Mereka sangat ingin menyelesaikan persoalan ini. Mereka benar-benar menginginkan kesepakatan,” ujarnya di hadapan ribuan pendukung.
Menurut Trump, masa jeda itu diberikan agar Iran dapat fokus menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei yang disebut berlangsung selama tujuh hari.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk “jeda” yang dimaksud, termasuk apakah berkaitan dengan operasi militer, tekanan diplomatik, maupun proses perundingan antara Washington dan Teheran.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Trump tersebut. Belum ada pula konfirmasi independen yang menyebut adanya kesepakatan resmi mengenai penghentian sementara ketegangan selama masa pemakaman.
Pernyataan Trump kembali menjadi sorotan karena disampaikan di tengah hubungan AS-Iran yang masih diwarnai ketegangan, meski ia menegaskan peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka. *






