Forumrakyat.co.id |ACEH BARAT –Anak-anak SD di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi bisa bersekolah. Pasalnya, jembatan penghubung yang menjadi akses utama menuju sekolah roboh diterjang banjir bandang, sehingga para siswa harus menyeberangi sungai menggunakan seutas tali yang dibentangkan di kedua sisi sungai.
Kondisi memprihatinkan tersebut mendapat perhatian pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia. Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Irwan, M.Si., bersama rombongan Polda Aceh meninjau langsung lokasi jembatan yang rusak pada Kamis (23/7/2026).
Gampong Sikundo merupakan salah satu wilayah terpencil di Kecamatan Pante Ceureumen. Desa ini dihuni sekitar 250 jiwa atau 60 kepala keluarga (KK). Di desa tersebut terdapat sekitar 12 siswa yang bersekolah di SD Swasta Sikundo.
Kepala SD Swasta Sikundo, Aksan Diwa, mengatakan kerusakan jembatan akibat banjir telah menghambat aktivitas belajar mengajar. Akses menuju sekolah menjadi sangat sulit karena jembatan yang menghubungkan permukiman warga dengan sekolah telah ambruk.
Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Sikundo, Sulaiman. Menurutnya, sejak jembatan roboh, anak-anak terpaksa menggunakan seutas tali sebagai alat bantu untuk menyeberangi sungai menuju sekolah.
”Ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Namun karena tidak ada akses lain, mereka tetap harus menyeberang demi mendapatkan pendidikan,” ujarnya kepada tim Forum Rakyat.
Kepala Disdikbud Aceh Barat, Irwan, M.Si., mengatakan pemerintah daerah sangat prihatin terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, banjir tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mengganggu akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil.
Sementara itu, Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Iskandar, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Kapolri kepada Kapolda Aceh untuk meninjau langsung kondisi jembatan rusak sekaligus melaksanakan bakti sosial bagi masyarakat setempat.
”Selain melaksanakan bakti sosial, kami juga melihat langsung rencana pembangunan jembatan gantung agar masyarakat dan anak-anak dapat beraktivitas dengan aman, terutama dalam menempuh pendidikan,” kata Iskandar.
Ia menjelaskan, sebagai solusi sementara, mulai Jumat akan dibangun jembatan darurat menggunakan sling atau katrol agar masyarakat dan para pelajar dapat menyeberangi sungai dengan lebih aman.
”Selanjutnya akan segera dibangun jembatan gantung permanen atas perhatian Bapak Kapolri, sehingga masyarakat dan anak-anak sekolah memiliki akses yang aman dan nyaman,” pungkasnya.
Warga berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera direalisasikan agar aktivitas pendidikan, perekonomian, dan mobilitas masyarakat di Gampong Sikundo kembali normal setelah terdampak bencana banjir.
(Zaini Dahlan | Forum Rakyat)








