Forumrakyat.co.id |ACEH BARAT : Kemudahan akses terhadap ilmu agama di era digital dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas spiritual umat. Di tengah melimpahnya kajian Islam, kitab digital, ceramah daring, serta berbagai sumber keilmuan, masih banyak umat Islam yang menghadapi persoalan dalam menjaga kekhusyukan ibadah, membersihkan hati, dan mewujudkan akhlak mulia.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang terbitnya buku terbaru karya Ustadz Syamsul Kamal berjudul Mengapa Kita Masih Sulit Sampai kepada Allah? Padahal Kita Telah Memiliki Al-Qur’an, Hadis, Ilmu, dan Ibadah.
Buku ini mengangkat persoalan hubungan antara ilmu, amal, penyucian jiwa, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah. Melalui kajian yang berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah Nabi Muham ﷺ, serta penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, penulis mengajak pembaca melakukan muhasabah dan menempatkan ilmu sebagai jalan yang harus diwujudkan dalam amal serta pembinaan .
Selain membahas pentingnya tazkiyatun nafs, buku ini juga mengulas berbagai penyakit hati, syirik khafi, hawa nafsu, tipu daya setan, mujahadah, hingga peran guru mursyid sebagai pembimbing ruhani dalam tradisi tasawuf Sunni.
Menurut penyelenggara, persoalan yang dihadapi umat Islam saat ini bukan semata-mata kurangnya ilmu, tetapi bagaimana ilmu mampu membentuk karakter, memperbaiki akhlak, dan menghadirkan kesadaran akan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari upaya membangun budaya membaca dan memperkuat tradisi keilmuan, Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) akan menggelar bedah buku tersebut dalam kegiatan Pengajian Mingguan Rutin Beut Droe (Ngaji Diri).
Kegiatan mengusung tema “Mengapa Kita Masih Sulit Sampai kepada Allah?” dan akan berlangsung di Teuku Umar, Batee Puteh, Meulaboh, Aceh Barat, pukul 08.00–10.00 WIB. Forum ini akan menghadirkan akademisi, dosen, praktisi, wartawan, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum dalam suasana diskusi yang terbuka dan ilmiah.
Melalui kegiatan ini, AKQ berharap lahir ruang dialog yang memperkuat tradisi keilmuan Islam, mendorong penyucian jiwa, serta menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu tidak berhenti pada pemahaman, tetapi harus melahirkan amal, akhlak, dan kehidupan yang diridhai Allah.
( Zaini Dahlan I forum rakyat )
Ustadz Syamsul Kamal: Krisis Umat Bukan Lagi Kekurangan Ilmu, tetapi Ilmu Belum Menyentuh Hati








