Forumrakyat.co.id – Nama Po Teumeureuhom tidak dapat dipisahkan dari sejarah Negeri Daya, sebuah kawasan penting di pesisir barat Aceh yang dalam perkembangan wilayah modern sebagian besar jejak sejarahnya berada di kawasan Kabupaten Aceh Jaya.
Dalam tradisi sejarah masyarakat Daya, Po Teumeureuhom dikenal sebagai raja atau penguasa Negeri Daya. Namanya diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita sejarah lokal, peninggalan makam, tradisi adat, serta berbagai catatan mengenai perkembangan kawasan Daya pada masa lalu.
Wilayah yang dahulu dikenal sebagai Negeri Daya kini memiliki hubungan erat dengan wilayah administratif Kabupaten Aceh Jaya, khususnya kawasan Lamno dan Kecamatan Jaya. Perubahan batas dan struktur pemerintahan selama perjalanan sejarah membuat nama Negeri Daya sebagai wilayah historis berbeda dengan pembagian administratif Aceh pada masa sekarang.
Raja Negeri Daya
Po Teumeureuhom dikenang masyarakat setempat sebagai salah satu penguasa yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah Negeri Daya.
Sebagai raja, kedudukannya berkaitan dengan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di wilayah Daya. Dalam tradisi sejarah lokal, masa kepemimpinannya ditempatkan pada periode ketika kekuasaan politik di Aceh berkembang dan hubungan antarkawasan di pesisir barat semakin penting.
Namun, berbagai rincian mengenai masa pemerintahan Po Teumeureuhom, termasuk tahun pemerintahannya dan hubungan politiknya dengan penguasa Kesultanan Aceh, masih perlu dibaca berdasarkan sumber sejarah yang tersedia.
Karena itu, kisah mengenai Po Teumeureuhom sebaiknya dipahami dengan membedakan antara tradisi sejarah masyarakat Daya dan fakta yang telah didukung sumber tertulis atau penelitian sejarah.

Negeri Daya di Pesisir Barat Aceh
Negeri Daya memiliki posisi penting dalam sejarah pesisir barat Aceh. Kawasan tersebut berada di jalur yang menghubungkan berbagai wilayah pesisir Aceh dengan jaringan perdagangan dan pelayaran di kawasan Samudra Hindia.
Keberadaan pelabuhan dan permukiman di pesisir barat membuat Daya berkembang sebagai kawasan yang memiliki hubungan dengan pusat-pusat kekuasaan dan perdagangan di Aceh.
Dalam perkembangan sejarah Aceh, kawasan Daya kemudian memiliki hubungan dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa sejarah Aceh tidak hanya berkembang di pusat pemerintahan, tetapi juga dibentuk oleh kerajaan-kerajaan dan wilayah kekuasaan di berbagai kawasan pesisir.
Dalam konteks itulah nama Po Teumeureuhom menjadi bagian penting dari ingatan sejarah Negeri Daya.
Dari Negeri Daya hingga Aceh Jaya
Jika dahulu masyarakat mengenal kawasan tersebut sebagai Negeri Daya, kini wilayah yang menjadi pusat jejak sejarahnya berada dalam wilayah administratif Kabupaten Aceh Jaya.
Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang terbentuk dalam perkembangan administrasi pemerintahan modern. Wilayahnya mencakup kawasan pesisir barat yang secara historis memiliki hubungan dengan Daya.
Lamno, yang kini menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Jaya, memiliki posisi penting dalam sejarah kawasan tersebut. Di sekitar wilayah inilah berbagai peninggalan sejarah Po Teumeureuhom masih dapat ditemukan.
Perubahan dari wilayah kerajaan atau negeri tradisional menjadi wilayah administratif modern menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah masyarakat Daya.
Makam Po Teumeureuhom di Gle Jong
Salah satu peninggalan yang masih menjadi penanda sejarah Po Teumeureuhom adalah kompleks makam Po Teumeureuhom di Gampong Gle Jong, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.
Kompleks tersebut berada di kawasan perbukitan dan menjadi salah satu tempat yang berkaitan erat dengan sejarah masyarakat Daya.
Keberadaan makam tersebut memperlihatkan bagaimana ingatan mengenai seorang penguasa masa lalu tetap dipertahankan melalui ruang, tradisi, dan penghormatan masyarakat terhadap peninggalan sejarah.
Bagi masyarakat Aceh Jaya, makam Po Teumeureuhom bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sejarah kawasan Daya.
Sejarah yang Tetap Hidup
Warisan Po Teumeureuhom juga dapat dilihat dari masih bertahannya berbagai tradisi masyarakat Daya, termasuk Seumeuleung, yang berkaitan dengan penghormatan terhadap keturunan dan warisan sejarah Po Teumeureuhom.
Tradisi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana sejarah sebuah kerajaan atau negeri pada masa lalu dapat terus hidup melalui praktik budaya masyarakat hingga masa kini.
Po Teumeureuhom dengan demikian tidak hanya menjadi nama seorang raja dalam cerita masa lampau. Namanya telah menjadi bagian dari identitas sejarah kawasan Daya yang kini berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Jaya.
Dari Negeri Daya pada masa lalu hingga Kabupaten Aceh Jaya pada masa kini, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa perubahan administrasi wilayah tidak menghapus jejak sejarah yang telah diwariskan masyarakat selama berabad-abad.
Po Teumeureuhom tetap dikenang sebagai salah satu raja yang melekat dalam sejarah Negeri Daya—sebuah wilayah historis yang hari ini menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kabupaten Aceh Jaya. Adv









