Forumrakyat.co.id |Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, mengingatkan seluruh jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat untuk bersiap menghadapi tekanan fiskal yang diperkirakan semakin berat hingga 2027. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah diminta menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan, sembari meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam pada akhir tahun.
Penegasan itu disampaikan Tarmizi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh pegawai Dinas Sosial di Aula Kantor Dinsos Aceh Barat, Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Selasa (4/8/2026).
Menurut Tarmizi, kondisi fiskal daerah pada tahun ini lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan akan semakin memburuk pada 2027. Situasi tersebut menuntut seluruh perangkat daerah bekerja lebih efektif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan program pemerintahan.
”Tahun lalu kondisi fiskal kita sudah lemah. Tahun ini bahkan lebih parah, dan kemungkinan besar tahun 2027 akan semakin berat,” kata Tarmizi.
Selain tantangan keuangan, Tarmizi juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Aceh menjelang akhir tahun. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, bulan November sering diwarnai banjir, tanah longsor, maupun badai.
”Kita khawatir akan terjadi bencana alam lagi pada akhir tahun 2026. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, setiap November Aceh hampir selalu menghadapi musibah, baik banjir, longsor maupun badai,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Tarmizi menilai seluruh aparatur pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan pola rutin semata. Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah harus mampu bergerak lebih aktif dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
”Dengan keadaan seperti ini, kita harus jemput bola, turun langsung ke lapangan, bahkan mengerjakan tugas-tugas yang sebelumnya mungkin tidak menjadi tanggung jawab kita, seperti melakukan koordinasi langsung dengan seluruh dinas,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, harus mulai menyusun program prioritas untuk tahun anggaran 2027 yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta berdasarkan aspirasi masyarakat.
”Kita harus menyusun program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Setiap rencana bantuan ke depan harus dikoordinasikan langsung dengan pimpinan daerah agar tepat sasaran,” tegasnya.
Secara khusus, Tarmizi meminta Dinas Sosial memprioritaskan program bagi kelompok rentan, terutama penyandang disabilitas. Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi melalui program yang terencana dan berbasis data.
”Pengadaan kendaraan roda tiga bagi penyandang disabilitas harus menjadi perhatian. Begitu juga bantuan kursi roda, tongkat, dan alat bantu lainnya. Semua itu harus didukung data yang lengkap dari seluruh kecamatan agar penyalurannya tepat sasaran,” pungkasnya.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )







