“Pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini sangat penting. Polres Aceh Tamiang siap berkoordinasi dan menyusun program bersama agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak-anak kita.”
[AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., Kapolres Aceh Tamiang]
- Audiensi pengurus Majelis Pendidikan Daerah bersama Kapolres Aceh Tamiang melahirkan komitmen bersama memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan literasi Al-Qur’an, serta membuka peluang lebih besar bagi pelajar daerah menembus sekolah unggulan dan kedinasan.
Aceh Tamiang tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan.
Kesadaran itulah yang menjadi dasar pertemuan antara pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., di Mapolres Aceh Tamiang, Jumat, 7 Agustus 2026.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai masa depan pendidikan di Aceh Tamiang.
Fokus pembahasan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter peserta didik melalui pendidikan agama, budaya lokal, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
KETUA MPD Kabupaten Aceh Tamiang, H. Muttaqin, S.Pd., M.Pd., hadir didampingi Wakil Ketua Mukhlis, N.T., M.M., para ketua komisi, serta anggota MPD.
Rombongan diterima langsung oleh Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., bersama Kasat Intelkam AKP Imran di ruang kerja Kapolres.
Dalam audiensi tersebut, H. Muttaqin menyampaikan dua agenda strategis yang menjadi perhatian MPD.
Agenda pertama berkaitan dengan pelaksanaan program muatan lokal Baca Tulis Al-Qur’an serta Adat dan Budaya Tamiang.
Menurutnya, program tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan secara efektif di seluruh satuan pendidikan.
Ia mengungkapkan, MPD masih menemukan kenyataan bahwa sebagian peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar belum memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik.
“Kami menemukan fakta yang sangat memprihatinkan. Masih banyak anak yang telah tamat Sekolah Dasar belum lancar membaca dan menulis Al-Qur’an. Kondisi ini tentu menjadi ironi, mengingat Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” ujar H. Muttaqin.
Selain penguatan pendidikan agama, MPD juga menyoroti rendahnya jumlah pelajar Aceh Tamiang yang berhasil lolos seleksi di sekolah-sekolah unggulan nasional maupun sekolah kedinasan.
Karena itu, MPD meminta dukungan Polres Aceh Tamiang agar berbagai program pembinaan karakter, termasuk melalui program Saweu Sikula, dapat mendorong meningkatnya minat sekaligus kesiapan siswa mengikuti seleksi masuk SMA Taruna Nusantara, SMA Taruna Keumala Bhayangkara, Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara STAN, serta berbagai sekolah kedinasan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, menyambut baik audiensi yang dilakukan MPD.
Ia menilai sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas.
Kapolres menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus disertai pembinaan akhlak, moral, serta karakter peserta didik.
Menurutnya, generasi yang memiliki kecerdasan sekaligus karakter kuat akan menjadi modal penting bagi kemajuan daerah pada masa mendatang.
Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Ia memastikan Polres Aceh Tamiang siap membangun kolaborasi dengan MPD dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
“Kami sangat memahami kekhawatiran tersebut. Pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini sangat penting. Polres Aceh Tamiang siap berkoordinasi dan menyusun program bersama agar lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tegas AKBP Robby Ansyari.
Ia menambahkan, pembinaan karakter harus dimulai sejak usia dini karena akan lebih efektif dibandingkan ketika seseorang telah memasuki usia dewasa.
Kapolres juga membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi MPD dalam menjalankan berbagai program pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh Tamiang.
“Segala program yang disusun dapat disampaikan kepada kami. Polres Aceh Tamiang siap mendukung dan memfasilitasi setiap program yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi penanda awal komitmen bersama antara MPD dan Polres Aceh Tamiang untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga generasi yang religius, berkarakter, disiplin, serta memiliki daya saing dalam meraih kesempatan di berbagai sekolah unggulan maupun lembaga pendidikan kedinasan.
Pendidikan bukan semata-mata soal ruang kelas dan nilai rapor. Ia adalah investasi jangka panjang dalam membangun karakter bangsa.
Ketika lembaga pendidikan, kepolisian, pemerintah, dan masyarakat berjalan dalam satu irama, harapan melahirkan generasi Aceh Tamiang yang religius, berintegritas, bebas narkoba, serta mampu bersaing di tingkat nasional bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang semakin nyata untuk diwujudkan. []






