BANDA ACEH, FR — Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh terus mematangkan persiapan keberangkatan kafilah Aceh yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI di Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi, S.Ag., MAP, bersama jajaran melakukan koordinasi sekaligus meminta arahan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, terkait persiapan pelepasan dan keberangkatan kafilah Aceh menuju ajang MTQN tingkat nasional tersebut.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) itu membahas berbagai hal penting menjelang keberangkatan, mulai dari kesiapan peserta dan pendamping hingga teknis pelaksanaan pelepasan kafilah Aceh.
Misran Fuadi mengatakan, koordinasi dengan pimpinan daerah diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan secara baik, terarah, dan sesuai dengan rencana.
Menurutnya, kesiapan kafilah tidak hanya menyangkut kemampuan peserta, tetapi juga berbagai aspek pendukung agar seluruh anggota kafilah dapat mengikuti MTQN XXXI dengan optimal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memberikan arahan agar seluruh persiapan dilakukan secara matang dan terkoordinasi. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan kafilah Aceh berangkat dalam kondisi siap serta mampu membawa nama baik Aceh di tingkat nasional.

MTQN XXXI di Jawa Tengah menjadi momentum penting bagi Aceh untuk menunjukkan hasil pembinaan generasi Qurani yang selama ini terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan syiar Islam.
DSI Aceh, kata Misran, berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada para peserta agar mereka memperoleh persiapan terbaik sebelum tampil dalam berbagai cabang musabaqah yang diperlombakan.
Dengan koordinasi yang semakin intensif antara DSI Aceh dan pemerintah daerah, diharapkan seluruh kebutuhan kafilah dapat dipersiapkan dengan baik.
DSI Aceh optimistis kafilah Aceh mampu tampil maksimal, menjaga nama baik daerah, serta meraih prestasi terbaik pada MTQN XXXI di Semarang, Jawa Tengah. (Adv)









