JAKARTA, FR – Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 110.785 jiwa kini mengungsi hingga Jumat (21/8/2026).
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 92.735 jiwa. Artinya, jumlah pengungsi bertambah 18.050 jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan peningkatan jumlah pengungsi terjadi seiring masih berlangsungnya gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar.
“Warga yang mengungsi hari ini bertambah lagi dari sebelumnya 92.735 jiwa, kini tercatat sebanyak 110.785 jiwa atau meningkat 18.050 jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers, Jumat.
Selain menambah jumlah pengungsi, gempa susulan juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur penting. Pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 09.47 WIB, gempa susulan menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di Wae Gongger serta Jembatan Wae Dampak, Kabupaten Manggarai Timur.
Kementerian Pekerjaan Umum langsung bergerak melakukan respons cepat untuk mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk memulihkan akses menuju wilayah yang terdampak bencana, sekaligus memastikan distribusi bantuan tetap berjalan.
BNPB menyebut sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak kini telah kembali fungsional.
Salah satu akses yang menjadi perhatian adalah jalur utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo. Jalur tersebut sempat terganggu sehingga menghambat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.
“Sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional,” ujar Berton.
Meski telah dapat dilalui, proses pembersihan material dan penanganan di sejumlah titik masih terus dilakukan untuk memastikan akses transportasi tetap aman dan lancar.
Di tengah bertambahnya jumlah pengungsi, pemerintah juga terus mengirimkan bantuan logistik. BNPB mencatat total bantuan logistik yang telah dikirimkan untuk masyarakat terdampak gempa NTT mencapai 776 ton dalam periode 15-21 Agustus 2026.
BNPB memastikan penanganan darurat terus dilakukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi sekaligus mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur di wilayah terdampak. (*)







