BANDA ACEH, FR – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Ari Maulana, berbagi pengalaman selama menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama masyarakat Gampong Cut Langien, Banda Aceh.
Cerita tersebut disampaikan Ari saat menjadi narasumber dalam program CCK (Cek Cerita Kamu) di Studio Pro 2 Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, yang dipandu Meikel.
Dalam siaran yang berlangsung sekitar satu jam itu, Ari mengangkat tema “Belajar, Berkarya, dan Mengabdi Bersama Masyarakat di Gampong Cut Langien.”
Sebagai Ketua Kelompok 11 KKN USK, Ari menceritakan berbagai pengalaman selama satu bulan mengabdi di tengah masyarakat. Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai kehidupan sosial dan membangun kepedulian terhadap masyarakat.
Selama berada di Gampong Cut Langien di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., Kelompok 11 menjalankan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan di antaranya edukasi anti-bullying, pembuatan Poster Anak Sadar Hukum, program Desa Aman, pemeriksaan tekanan darah gratis, pembagian Tas Siaga Bencana, penyusunan profil desa, serta berbagai kegiatan keagamaan.
Kelompok tersebut juga menggelar lomba azan, hafalan Juz 30, hingga fashion show busana muslim bagi siswa TK dan SD.
“Alhamdulillah, KKN kami berjalan lancar selama satu bulan penuh. Semua program kerja mendapat dukungan dari aparatur desa dan masyarakat. Selama berada di Gampong Cut Langien, kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar banyak tentang kehidupan, gotong royong, serta nilai-nilai kebersamaan dari masyarakat,” kata Ari.
Tembus 180 Publikasi
Selain menjalankan kegiatan di lapangan, Kelompok 11 KKN USK juga aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai program mereka.
Selama pelaksanaan KKN, sekitar 180 artikel pemberitaan mengenai kegiatan kelompok tersebut berhasil diterbitkan melalui berbagai media.
Bagi Ari, publikasi bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Ia menilai pemberitaan dapat menjadi sarana untuk menyebarkan semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat luas.
“Alhamdulillah, kami juga bersyukur karena seluruh kegiatan dapat terdokumentasi dengan baik melalui sekitar 180 publikasi di berbagai media. Harapannya, dokumentasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 11, Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut memberikan apresiasi atas kinerja mahasiswa selama menjalankan KKN.
Menurut Sayuthi, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat.
“Saya sangat bangga kepada Kelompok 11, terutama Ari Maulana sebagai ketua kelompok. Selama menjadi dosen pembimbing lapangan, saya belum pernah mendampingi kelompok dengan publikasi sebanyak ini, mencapai sekitar 180 artikel,” kata Sayuthi.
“Hampir setiap hari telepon genggam saya dipenuhi pemberitaan kegiatan mereka. Ini menunjukkan semangat kerja yang luar biasa dan menurut saya layak mendapatkan apresiasi dari universitas,” sambungnya.
Bawa Pulang Banyak Pelajaran
Selama satu bulan di Gampong Cut Langien, Ari mengaku mendapat pengalaman berharga. Ia menyebut masyarakat menerima mahasiswa KKN dengan hangat dan memperlakukan mereka seperti keluarga sendiri.
Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi dirinya dan anggota kelompok.
Di akhir siaran, Ari menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Kelompok 11 KKN USK, DPL Dr. Muhammad Sayuthi, aparatur dan masyarakat Gampong Cut Langien, serta berbagai media yang telah mendukung publikasi kegiatan mereka.
Menurut Ari, pengalaman KKN membuat dirinya memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya tentang teori, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui siaran RRI Banda Aceh, ia berharap pengalaman Kelompok 11 dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi.
“Perguruan tinggi tidak hanya diharapkan melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang peduli dan mampu hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” ujarnya. (Red)







