Chairan Manggeng Tetap Ikuti UKW Muda Meski Harus Berjalan Dengan Dipapah

oleh
oleh

Banda Aceh, FR — Kondisi kesehatan yang kurang prima tidak menghalangi mantan kontributor Metro TV, Chairan Manggeng, mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Pikiran Rakyat Jakarta.

UKW tersebut berlangsung di Hotel Diana, Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (27/8/2026), dan diikuti 29 peserta.

Chairan hadir mengenakan kain sarung dan sandal jepit. Di antara peserta lainnya, ia duduk di barisan kedua bagian tengah.

Sesekali wajahnya tampak menahan rasa sakit. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya mengikuti setiap materi pembelajaran dan tahapan ujian yang diberikan penguji.

Dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik, Chairan mengaku tetap percaya diri dan tidak merasa minder berada di antara peserta lainnya.

Keikutsertaannya bahkan mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP., MSP, serta Ketua SPS Aceh, Mukhtaruddin Usman.

“Saya sangat bangga memiliki karakter seperti Manggeng. Kendati kondisi kesehatannya kurang menguntungkan dan usia sudah tidak muda lagi, tekadnya untuk mengikuti tes sangat luar biasa,” ujar Mukhtaruddin, yang juga CEO Media Aceh, tempat Chairan saat ini bekerja.

Dalam mengikuti kegiatan tersebut, Chairan bahkan harus berjalan dengan dipapah oleh rekannya. Meski demikian, ia tetap menunjukkan komitmennya terhadap profesi yang telah lama digelutinya.

Chairan sebelumnya pernah menjadi wartawan Metro TV dan telah mengikuti serta memperoleh sertifikat GDP4. Namun, menurutnya, sertifikat tersebut sudah tidak lagi berlaku untuk kebutuhan kompetensi wartawan saat ini.

Karena itu, ia kembali mengikuti UKW untuk mendapatkan pengakuan kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hitung-hitung membuktikan diri kepada anak cucu bahwa kita benar-benar wartawan yang memiliki legalitas, dibuktikan dengan adanya sertifikasi dari Dewan Pers,” katanya.

Menurut Chairan, UKW bukan sekadar ujian untuk memperoleh sertifikat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi wartawan memperkuat pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab jurnalistik.

Ia menilai materi yang diberikan para penguji dapat menjadi pedoman bagi wartawan dalam menjalankan tugas di lapangan.

Chairan juga menekankan pentingnya wartawan memahami batas profesinya.

“Seorang wartawan itu bukan penyidik. Namun, dalam hal tertentu, ketika melakukan penulisan mendalam, penggalian data dari pihak-pihak yang berkepentingan harus dilakukan. Seorang wartawan sejati dalam menjalankan tugasnya tidak didasari rasa dendam, tetapi wajib memberikan ruang kepada orang-orang yang merasa dirugikan,” ucapnya lirih.

Semangat Chairan mengikuti UKW dalam kondisi kesehatan yang kurang prima menjadi gambaran bahwa pengalaman dan kecintaan terhadap profesi tetap dapat menjadi dorongan bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kompetensinya. (Ar)

No More Posts Available.

No more pages to load.