BANDA ACEH, FR – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, mengingatkan para pelajar agar tidak menyia-nyiakan masa muda. Ia meminta siswa memanfaatkan masa sekolah untuk menuntut ilmu, mengejar prestasi, membangun karakter, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan itu disampaikan Musriadi saat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 8 Kota Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Di hadapan para siswa dan guru, Musriadi menyebut masa muda sebagai fase penting dalam kehidupan yang tidak akan terulang.
“Jangan sia-siakan hari ini. Waktu tidak pernah kembali. Gunakan masa muda untuk belajar, berjuang, berprestasi dan mempersiapkan masa depan,” kata Musriadi dalam amanatnya.
Musriadi juga menyemangati siswa yang merasa dirinya biasa-biasa saja, berasal dari keluarga sederhana, maupun pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.
“Kalau hari ini belum berprestasi, tidak apa-apa. Kalau pernah gagal, tidak apa-apa. Yang tidak boleh adalah berhenti berusaha,” tegasnya.
Ingat Pengorbanan Orang Tua
Musriadi mengingatkan keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Karena itu, ia meminta para siswa menghormati serta membahagiakan kedua orang tua melalui kesungguhan belajar dan perilaku yang baik.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jaga akhlak dan hormati orang tua. Salah satu cara membalas doa dan pengorbanan mereka adalah dengan menjadi anak yang baik dan membanggakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini mendidik dan membimbing siswa.
Menurut Musriadi, teguran, tugas hingga aturan disiplin yang diberikan guru merupakan bagian dari proses pendidikan untuk mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan yang lebih luas.
“Guru mungkin tidak pernah tahu, tetapi satu kalimat yang disampaikan hari ini bisa menjadi alasan seorang siswa bangkit dan mengubah kehidupannya di masa depan,” katanya.
Tak Cukup Hanya Jadi Orang Sukses
Musriadi berpesan agar para siswa tidak hanya mengejar kesuksesan untuk dirinya sendiri. Ia ingin generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang memiliki ilmu sekaligus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jadilah generasi yang cerdas tetapi rendah hati, berprestasi tetapi tidak sombong, memiliki cita-cita tinggi tetapi tetap dekat dengan Allah. Kejar ilmu, kejar prestasi, dan kejar ridha Allah,” pesannya.
Ia juga mengajak siswa membangun kebiasaan positif sejak dini, mulai dari menghormati guru, menyayangi teman, mematuhi orang tua, rajin belajar, disiplin, jujur hingga tidak meninggalkan salat.
“Suatu hari nanti, anak yang hari ini duduk diam di barisan upacara bisa menjadi orang besar yang mengubah dunia. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Teruslah belajar, berjuang dan berdoa,” pungkas Musriadi.
Musriadi berharap dunia pendidikan tidak hanya melahirkan siswa dengan nilai akademik tinggi. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat. []






