SEMARANG, FR — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh memberikan motivasi kepada kafilah Aceh yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Dek Fadh bertemu langsung dengan para kafilah, pembina, pelatih, official, dan pendamping di Sekretariat Kontingen Aceh, Hotel Ibis Styles Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dek Fadh mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen Aceh yang telah membawa nama daerah pada ajang MTQ tingkat nasional. Ia meminta para peserta yang masih bertanding untuk menjaga semangat, kesehatan, kekompakan, dan konsentrasi hingga seluruh rangkaian perlombaan berakhir.
“Saudara-saudara semua membawa nama baik Aceh, membawa marwah daerah, dan membawa semangat masyarakat Aceh. Karena itu, apa pun hasil yang diperoleh, Pemerintah Aceh bangga kepada seluruh kafilah,” ujar Dek Fadh.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih kafilah Aceh. Salah satunya keberhasilan regu Fahmil Qur’an Putri Aceh yang meraih Juara I Nasional dengan torehan 1.505 poin pada babak final.
“Alhamdulillah, perjuangan kita telah membuahkan hasil yang membanggakan. Salah satunya keberhasilan regu Fahmil Qur’an Putri Aceh meraih Juara I Nasional. Ini merupakan prestasi yang sangat istimewa dan menjadi catatan sejarah bagi Aceh,” katanya.
Dek Fadh mengatakan prestasi dalam MTQ tidak hanya diukur dari medali atau peringkat. Menurutnya, akhlak, kedisiplinan, kesungguhan, persaudaraan, serta kemampuan menjaga nama baik Aceh juga menjadi bagian penting selama mengikuti kompetisi.
“MTQ tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Lebih jauh, MTQ harus menjadi bagian dari gerakan membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Aceh yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada peserta yang belum meraih juara, Dek Fadh meminta agar tidak berkecil hati. Pengalaman selama mengikuti MTQ Nasional, kata dia, dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.
Sementara bagi peserta yang telah meraih juara maupun masuk final, ia berpesan agar terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi serta menjadi teladan bagi generasi muda Aceh.
“Kita datang membawa nama Aceh, kita berjuang bersama, dan kita pulang bersama sebagai satu keluarga besar Aceh,” katanya.
Dek Fadh juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pelatih yang telah mendampingi kafilah Aceh dengan penuh dedikasi.
Ia meminta seluruh anggota kontingen terus menjaga kekompakan hingga kembali ke Aceh, sekaligus menjaga kesehatan, ibadah, adab, dan nama baik daerah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam Aceh beserta jajaran, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah selaku LO Provinsi Aceh, Ketua Harian LPTQ Aceh beserta pengurus, tokoh masyarakat Aceh, mahasiswa asal Aceh di Semarang dan Solo, serta para pelatih, official, pendamping, dan kafilah MTQ Nasional Aceh.
Dek Fadh menegaskan Pemerintah Aceh akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi Qur’ani, termasuk penguatan LPTQ serta pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufassir-mufassirah, dan cabang MTQ lainnya.
“Teruslah berprestasi, teruslah belajar, dan teruslah menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Aceh bangga kepada kalian. Terima kasih atas perjuangan kalian,” pungkasnya. (***)







