JAKARTA, FR — Partai Demokrat menetapkan arah baru kepemimpinan di Aceh. Sayuti Abubakar resmi dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Aceh untuk periode 2026-2031 setelah keputusan final DPP Partai Demokrat diterbitkan.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Partai Demokrat Nomor 67/SK/DPP.PD/IX/2026. SK diserahkan di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Penyerahan SK dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sayuti, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe, sebelumnya mengikuti rangkaian proses pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI.
Musda VI Partai Demokrat Aceh digelar di Ballroom Muraya Hotel, Banda Aceh, pada 19 Agustus 2026. Forum tersebut dibuka secara virtual oleh AHY.
Dalam Musda, dua nama diusulkan kepada DPP Partai Demokrat untuk dipertimbangkan sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, yakni Sayuti Abubakar dan drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes.
Sayuti memperoleh dukungan dari 14 DPC Partai Demokrat ditambah satu suara dari unsur DPD. Dengan demikian, total dukungan yang diperolehnya mencapai 15 suara.
Sementara Nurdiansyah, yang merupakan anggota DPR Aceh sekaligus Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, memperoleh dukungan dari sembilan DPC.
Kedua nama tersebut selanjutnya disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk menjalani proses penetapan sesuai mekanisme partai.
Sebelumnya, proses pencalonan telah dimulai pada Agustus 2026. Nurdiansyah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh pada 10 Agustus 2026.
Sehari kemudian, Sayuti ikut mendaftarkan diri. Dalam proses tersebut, Sayuti membawa dukungan dari 21 DPC Partai Demokrat se-Aceh. Ia juga didampingi sejumlah ulama, di antaranya Teungku Haidar atau Tu Haidar Blang Bladeh dan Syeikh Razali Samuthi.
Usai menerima SK penetapan, Sayuti menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan mengedepankan konsolidasi dan kolaborasi.
“Amanah ini akan saya jalankan dengan mengedepankan konsolidasi dan kolaborasi bersama seluruh kader, DPC, dan seluruh elemen Demokrat Aceh,” ujar Sayuti.
Ia juga menyatakan akan membuka ruang bagi seluruh pihak yang memiliki niat baik untuk bersama-sama membangun Aceh.
“Saya tidak akan membeda-bedakan siapa pun. Semua kader, semua daerah, dan semua pihak yang punya niat baik akan kami rangkul bersama,” katanya.
Dengan ditetapkannya Sayuti, Partai Demokrat Aceh selanjutnya akan memasuki fase konsolidasi kepengurusan periode 2026-2031. Penguatan koordinasi dengan seluruh DPC di kabupaten/kota menjadi salah satu agenda organisasi ke depan.
Kepengurusan baru juga akan menghadapi sejumlah agenda politik nasional dan daerah, termasuk persiapan menuju Pemilu 2029. []







