Dari Jakarta, Armia Pahmi Perkuat Konektivitas Masyarakat

oleh
Foto : Bupati Armia Pahmi, hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, oleh PERMATA di Jakarta, Senin, 21 September 2026 | Doc. Forumrakyat.co.id.

“Tersebab dari Tamiang kita berasal, di mana pun kita berada, kita adalah satu keluarga.” [Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

  • Maulid Nabi 1448 H menjadi ruang silaturahmi PERMATA sekaligus penyampaian agenda pemulihan Aceh Tamiang pascabencana hidrometeorologi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendorong keterlibatan masyarakat asal daerah itu yang berada di perantauan dalam mendukung pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (PERMATA) di Jakarta Selatan, Minggu pekan lalu.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mempererat Ukhuwah di Era Modern.

Dalam kesempatan itu, Armia Pahmi menempatkan peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat hubungan antarmasyarakat Aceh Tamiang di perantauan.

Menurutnya, masyarakat Aceh Tamiang yang tinggal di berbagai daerah tetap memiliki hubungan dengan daerah asal. Pengetahuan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki masyarakat perantauan dinilai dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah.

Perantauan dan Pembangunan Daerah

ARMIA mengapresiasi keberadaan PERMATA di Jakarta yang menjadi wadah komunikasi masyarakat Aceh Tamiang di perantauan.

Ia mengatakan, perbedaan jarak geografis tidak semestinya memutus hubungan antara masyarakat perantauan dan pemerintah daerah. Komunikasi dan kolaborasi tetap dapat dibangun melalui berbagai bidang sesuai kapasitas masing-masing.

Pemerintah daerah, kata Armia, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjalankan agenda pembangunan, termasuk warga Aceh Tamiang yang telah lama berada di luar daerah.

Masyarakat perantauan memiliki pengalaman, wawasan, dan jaringan yang dapat dikoneksikan dengan kebutuhan pembangunan di Aceh Tamiang.

Bagi pemerintah daerah, hubungan tersebut juga dapat menjadi sarana memperluas jejaring pembangunan tanpa mengabaikan fungsi dan kapasitas masing-masing pihak.

Fokus Pemulihan Pascabencana

DALAM pertemuan tersebut, Armia turut menyampaikan sejumlah agenda pemerintah daerah dalam fase transisi menuju pemulihan setelah bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang.

Agenda tersebut mencakup pemulihan sektor ekonomi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik, percepatan penyaluran bantuan stimulan, serta pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana.

Pemerintah daerah juga menempatkan pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang sebagai salah satu agenda yang menjadi perhatian.

Selain pemulihan, penguatan mitigasi bencana juga menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan musim hujan.

Armia menyampaikan bahwa proses pemulihan membutuhkan koordinasi lintas pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan masyarakat, termasuk warga Aceh Tamiang yang berada di perantauan, tetap diperlukan sesuai peran masing-masing.

Keteladanan dan Persatuan

DALAM konteks peringatan Maulid Nabi, Armia mengajak masyarakat mengambil nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati, menyikapi perbedaan secara bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Menurutnya, nilai tersebut relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun hubungan antara masyarakat di daerah asal dan perantauan.

“Tersebab dari Tamiang kita berasal, di mana pun kita berada, kita adalah satu keluarga.”

Pernyataan tersebut menjadi penutup pesan Armia kepada masyarakat Aceh Tamiang yang berada di Jakarta.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar PERMATA di Jakarta Selatan diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Azmi Hafizhuddin, Lc., M.A., serta santunan kepada anak yatim.

Kegiatan tersebut dihadiri Pembina PERMATA, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ketua Umum PERMATA beserta jajaran pengurus, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Tamiang, para kepala SKPK, serta sejumlah undangan lainnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, keberadaan masyarakat perantauan menjadi bagian dari jejaring sosial yang dapat mendukung komunikasi dan kolaborasi pembangunan, terutama ketika daerah masih menjalani tahapan pemulihan pascabencana.[]

No More Posts Available.

No more pages to load.