Jakarta, FR – Nama Purbaya Yudhi Sadewa mulai mendapat perhatian besar di ruang digital. Berdasarkan analisis pola pencarian di Google Indonesia, pencarian nama Purbaya disebut mulai berada pada level yang mengimbangi pencarian terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti IndexPolitica Indonesia Denny Charter mengatakan fenomena tersebut menarik karena perhatian publik terhadap Purbaya mulai berkembang sebagai popularitas personal, bukan hanya karena jabatan yang pernah diembannya.
“Ini bukan sekadar soal seberapa banyak nama Purbaya dicari. Yang menarik adalah ketika seorang mantan pejabat mulai mendapatkan perhatian pencarian yang mendekati seorang Presiden. Artinya, ada proses pembentukan popularitas personal yang mulai berjalan secara mandiri,” kata Denny.
Denny juga menyoroti karakter percakapan digital mengenai Purbaya dan Prabowo. Menurutnya, percakapan mengenai Purbaya cenderung memiliki asosiasi positif. Sementara pembicaraan mengenai Prabowo lebih banyak berkaitan dengan isu pemerintahan, kebijakan, dan kontroversi politik.
“Kalau pola ini terus berkembang, Purbaya berpotensi menjadi fenomena politik yang menarik. Bukan karena jabatan yang pernah dia duduki, tetapi karena publik mulai memberikan perhatian kepada sosoknya,” ujarnya.
Denny kemudian membandingkan fenomena tersebut dengan kemunculan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang Pemilu 2004. Saat itu, perhatian publik terhadap SBY meningkat sebelum akhirnya dia menjadi salah satu figur utama dalam pemilihan presiden langsung pertama di Indonesia.
Meski begitu, Denny menegaskan kondisi Purbaya saat ini belum dapat disamakan dengan SBY pada 2004.
“Purbaya hari ini belum bisa disamakan dengan SBY 2004. Tetapi pola awalnya menarik untuk dicermati: munculnya figur dari lingkar pemerintahan yang kemudian memperoleh popularitas personal di luar struktur kekuasaan yang sedang berjalan,” jelasnya.
Menurut Denny, perkembangan perhatian publik terhadap Purbaya perlu dilihat sebagai proses pembentukan figur politik, bukan sekadar popularitas seorang mantan Menteri Keuangan.
“Kalau popularitas Purbaya terus tumbuh sementara sentimen positif tetap terjaga, maka Purbaya bisa menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam dinamika politik menuju 2029. Apakah akhirnya menjadi seperti SBY pada 2004 tentu merupakan proses yang sama sekali berbeda dan masih terlalu dini untuk disimpulkan,” pungkas Denny. (*)







