BANDA ACEH, FR – Pemutaran film dokumenter tidak hanya menjadi ruang untuk menyaksikan sebuah karya, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memahami berbagai persoalan sosial. Semangat itu dihadirkan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry bersama Aceh Documentary melalui program Aceh Screening Week.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (24/9/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Peserta menyaksikan film dokumenter Gulabi Gang, kemudian mengikuti diskusi dan pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan yang diangkat dalam film tersebut.
Manager Program Aceh Screening Week, Adli Dzil Ikram, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih kepada penonton setelah menyaksikan film.
Menurut Adli, film yang ditayangkan tidak hanya diharapkan menjadi tontonan, tetapi juga dapat membuka pemahaman penonton terhadap dinamika persoalan serta menghadirkan ruang untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.
“Program ini merupakan program rutin dari kami agar para penonton dapat memahami segala dinamika persoalan atau hal baru yang didapatkan di dalam film yang ditayangkan, serta berdiskusi dan bertukar pikiran setelah menonton film,” kata Adli.
Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry. Wakil Dekan III FAH, Dr. Umar bin Abd Aziz, S.Ag., S.S., M.A., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama antara Aceh Documentary dan DEMA FAH.
Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi awal terjalinnya hubungan yang baik dan berkelanjutan antara kedua pihak.
“Selamat atas terjalinnya kolaborasi antara Aceh Documentary dengan DEMA FAH. Diharapkan ke depannya dapat terjalin hubungan yang baik antara kedua belah pihak,” ujar Umar.
Sementara itu, Ketua Umum DEMA FAH, Zayyaf Naufal Jannah Wal Fitra, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar pikiran, sekaligus memperoleh perspektif baru melalui film dokumenter.
Ia juga mengapresiasi Aceh Documentary yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi semacam itu penting untuk terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan lainnya.
“Kegiatan kolaborasi ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk ruang diskusi mahasiswa dan bertukar pikiran serta mendapatkan hal-hal baru. Kami sangat berterima kasih kepada pihak Aceh Documentary yang telah menjadi partner kami dalam kegiatan ini serta besar harapan kami agar ke depannya bisa bekerja sama dalam kegiatan lain,” ungkap Zayyaf.
Melalui Aceh Screening Week, DEMA FAH dan Aceh Documentary tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan karya dokumenter, tetapi juga membuka ruang perjumpaan gagasan. Pemutaran Gulabi Gang menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman mahasiswa dalam melihat persoalan sosial melalui medium film sekaligus mendiskusikannya secara terbuka.







