Forumrakyat.co.id | Aceh Barat ; Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., meresmikan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Rumoh Rakyat yang berada di bawah naungan Yayasan Wahana Generasi Aceh. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menutup secara resmi kegiatan Aceh Barat Digital Creator Academy 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cabdin Aceh Barat, Sabtu (26/9/2026).
Dalam sambutannya, Said Fadheil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda di Aceh Barat.
Menurutnya, keberadaan LPKS Rumoh Rakyat diharapkan dapat memainkan peran lebih luas, bukan hanya sebagai lembaga yang memberikan pelatihan, tetapi juga sebagai penghubung antara anak muda dengan kebutuhan dunia kerja.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung upaya memperluas kesempatan kerja dan memberdayakan talenta lokal,” ujar Said.
Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat turut membawa perubahan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar ijazah pendidikan.
Keterampilan praktis dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, kata Said, menjadi modal penting bagi para pencari kerja agar mampu bersaing.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, lanjutnya, terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program peningkatan kompetensi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pelatihan bahasa Jepang bagi pemuda setempat sebagai bekal untuk memperoleh kesempatan kerja hingga ke tingkat internasional.
“Kita tidak hanya melihat peluang kerja di daerah, tetapi juga membuka akses agar generasi Aceh Barat dapat bersaing di luar daerah, bahkan di luar negeri,” katanya.
Hal serupa, menurut Said, perlu diterapkan dalam pengembangan keterampilan digital, termasuk melalui program Digital Creator Academy. Ia berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat memenuhi kebutuhan industri dan dunia usaha yang terus berkembang.
Dengan tersedianya tenaga kreatif dari daerah, perusahaan di Aceh Barat diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada tenaga profesional dari luar daerah.
“Bagi pemerintah, ini membantu memperluas kesempatan kerja. Bagi perusahaan juga menguntungkan karena mendapatkan calon pekerja yang sudah memiliki keterampilan dasar sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Said juga meminta LPKS Rumoh Rakyat membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai pelaku usaha. Menurutnya, pelatihan kerja harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri sehingga manfaatnya tidak berhenti pada pemberian sertifikat.
Ia berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan benar-benar memiliki peluang untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni memasuki dunia kerja.
Kepada para peserta pelatihan, Said berpesan agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah program berakhir. Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya membangun sikap dan etika kerja yang baik.
“Orang pintar itu banyak, tetapi orang yang memiliki attitude baik dan dapat dipercaya adalah yang paling dicari dan bertahan lama. Jangan berhenti belajar setelah pelatihan ini selesai,” pesannya.
Said berharap LPKS Rumoh Rakyat ke depan dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran dan kreativitas sekaligus menjadi penghubung antara generasi muda Aceh Barat dengan dunia usaha dan dunia kerja.
“Semoga dari tempat ini lahir semakin banyak anak muda yang terampil, mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang bagi dirinya maupun orang lain,” pungkasnya.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )








