KSMI Aceh Gaspol, Laycar Championship Jadi Panggung Talenta Muda

oleh
oleh

BANDA ACEH, FR — Semangat membangun sepakbola mini di Aceh mulai mendapat panggung. Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Pengurus Aceh resmi menggulirkan Laycar Championship 2026 di AR Minisoccer, Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Rabu (7/10/2026).

Sebanyak 16 klub dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Kompetisi ini menjadi turnamen perdana yang digelar langsung KSMI Aceh sejak kepengurusan terbentuk.

Pembukaan dipimpin Sekretaris KSMI Aceh Muhammad Zubir, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua KSMI Aceh Saifullah, S.T., Wakil Sekretaris Muhammad Hasan, S.Si., M.Si., serta Anggota DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad.

Kick-off ditandai dengan tendangan pertama oleh Muhammad Zubir bersama Tuanku Muhammad. Setelah itu, 16 klub langsung memulai perjuangan memperebutkan gelar Laycar Championship 2026.

Ketua Badan Liga KSMI Aceh sekaligus Ketua Panitia, Charles Wibawa, S.T., mengatakan kompetisi tersebut tidak semata-mata mengejar trofi. Lebih dari itu, turnamen diharapkan menjadi ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

“KSMI Aceh hadir membangun ekosistem sepakbola mini di daerah. Bukan sekadar mencari juara, tetapi membuka ruang lahirnya talenta-talenta muda yang berkemampuan, berkarakter dan tangguh,” ujar Charles.

Ia menilai perkembangan sepakbola mini di Aceh memberikan peluang besar untuk memperluas pembinaan atlet. Kompetisi yang rutin dan terukur diperlukan untuk menemukan pemain potensial sekaligus membangun budaya bertanding yang sehat.

“Sepakbola mini berkembang pesat. Ini peluang besar bagi Aceh menjadikannya sebagai wadah pembinaan atlet dan prestasi,” katanya.

Charles juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan sportivitas sebagai bagian penting dalam setiap pertandingan. Persaingan di lapangan, kata dia, harus tetap dibangun dengan disiplin, rasa hormat terhadap lawan, dan semangat persaudaraan.

“Menang adalah tujuan, tetapi sportivitas dan kebersamaan yang dibawa pulang adalah yang paling berharga. Kami berharap dari sini lahir pemain yang mampu mengangkat nama Aceh hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Laycar Championship 2026 menjadi langkah awal KSMI Aceh untuk membangun kompetisi sepakbola mini yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Dari lapangan minisoccer Mibo, para pemain Aceh mulai diuji. Bukan hanya tentang siapa yang paling banyak mencetak gol, tetapi juga siapa yang mampu menunjukkan konsistensi, disiplin, karakter, dan sportivitas hingga pertandingan berakhir.

“Trofi menjadi target, tetapi masa depan sepakbola mini Aceh menjadi taruhan yang lebih besar,” pungkas Zubir.

No More Posts Available.

No more pages to load.