SABANG, FR – Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, berharap Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Aceh, khususnya melalui pengembangan produk unggulan lokal, perluasan akses pasar, dan penguatan kolaborasi antardaerah.
Harapan tersebut disampaikan Zulkifli saat menghadiri pelantikan pengurus Gekrafs se-Aceh yang berlangsung di Sabang, Jumat (9/10/2026) sore.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Kawendra Lukistian, serta jajaran pengurus dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Sebanyak 21 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs resmi dilantik oleh Ketua Gekrafs Aceh, Sunnyl Ikbal, sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan organisasi dan mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gekrafs di Sabang. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran Gekrafs di Sabang. Mudah-mudahan kehadiran Gekrafs, baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota, dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi kreatif di daerah,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, pelantikan kepengurusan Gekrafs harus menjadi langkah awal untuk menghadirkan program konkret yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi ekonomi kreatif, dan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal.
“Kita berharap Gekrafs bisa menjadi kekuatan bersama untuk mengembangkan potensi yang kita miliki. Dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, ekonomi kreatif di Aceh, termasuk Sabang, dapat terus tumbuh dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Gekrafs Bidik Produk Kreatif Aceh Tembus Pasar Internasional
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyampaikan optimismenya terhadap potensi ekonomi kreatif Aceh yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang hingga ke pasar global.
Kawendra berharap Aceh dapat menjadi salah satu mercusuar ekonomi kreatif nasional yang mampu menginspirasi daerah lain dalam mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Menurutnya, Aceh memiliki beragam produk kreatif berkualitas yang berpeluang bersaing di pasar nasional maupun internasional. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan penguatan jejaring usaha, inovasi produk, serta perluasan akses pemasaran.
Untuk itu, ia mendorong seluruh pengurus Gekrafs di Aceh agar memanfaatkan jaringan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs yang telah terbentuk di 18 negara.
“Kita punya jaringan di luar negeri yang bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang pemasaran produk lokal. Saya berharap pengurus Gekrafs di Aceh dapat memaksimalkan peluang ini, sehingga produk-produk kreatif Aceh bisa menjangkau pasar internasional,” ungkap Kawendra.
Ia juga menyoroti posisi strategis Sabang sebagai kawasan pelabuhan yang memiliki potensi besar dalam mendukung aktivitas perdagangan dan pengembangan pasar produk kreatif.
Menurutnya, keunggulan geografis tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, Gekrafs, dan pelaku usaha, Kawendra berharap ekosistem ekonomi kreatif di Aceh semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Pelantikan 21 DPC Gekrafs se-Aceh ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah, meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif, serta membuka peluang bagi produk unggulan Aceh untuk menembus pasar yang lebih luas. (*)








