SABANG, FR – Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi fakir, miskin, dan duafa di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Senin (19/10/2026). Pada kesempatan yang sama, ia juga menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik yang terkendala mendatangi bank.
Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli didampingi Ketua TP-PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, dan pihak Bank Aceh. Turut hadir Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Sabang, Irfani; Staf Ahli TP-PKK Kota Sabang, Erwani Meutia; serta Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Sabang, Mawardi.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan rumah bagi masyarakat fakir, miskin, dan duafa. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga penerima bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan lebih nyaman untuk keluarganya,” kata Zulkifli.
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program penyaluran infak untuk pembangunan rumah bagi fakir, miskin, dan duafa dalam rangka haul 2025 Tahun Anggaran 2026.
Melalui program tersebut, sebanyak 30 unit rumah tipe 36+ dialokasikan untuk masyarakat yang membutuhkan. Setiap unit rumah mendapat bantuan senilai Rp120 juta.
Peletakan batu pertama di Gampong Batee Shoek menjadi penanda dimulainya pembangunan rumah dalam program tersebut.
Adapun pencairan dana bantuan dilakukan dalam tiga tahap, yakni 40 persen pada tahap pertama, 40 persen pada tahap kedua, dan 20 persen pada tahap ketiga. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan.
Setelah kegiatan peletakan batu pertama, agenda dilanjutkan dengan penyaluran zakat senif fakir kepada mustahik yang mengalami kendala untuk mendatangi Bank Aceh, baik karena faktor usia, kondisi kesehatan, disabilitas, maupun keterbatasan lainnya.
Bersama Nuri Farisal dan pihak Bank Aceh, Wali Kota mengunjungi rumah para penerima untuk menyerahkan buku tabungan sekaligus memfasilitasi pencairan zakat secara langsung.
“Penyaluran zakat ini merupakan bentuk perhatian kita kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang karena usia, sakit, atau keterbatasan fisik tidak bisa datang sendiri ke bank. Kita ingin memastikan zakat yang menjadi hak mereka tetap tersalurkan dan dapat diterima dengan mudah,” ujarnya.
Dari 11 mustahik senif fakir dan miskin yang terkendala mengambil zakat di Bank Aceh, Zulkifli menyerahkan bantuan secara langsung kepada dua penerima senif fakir, yakni Basyiah Amir Aziz yang telah lanjut usia dan M. Ali Abdullah yang merupakan penyandang disabilitas.
Masing-masing penerima memperoleh zakat sebesar Rp800.000. Sementara itu, penyaluran zakat kepada mustahik lainnya akan dilanjutkan oleh Baitul Mal Kota Sabang bersama pihak Bank Aceh.
Melalui kedua program tersebut, Pemerintah Kota Sabang melalui Baitul Mal berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dengan menyediakan hunian yang layak maupun memastikan penyaluran zakat dapat diakses oleh mustahik yang memiliki keterbatasan.
Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang menjadi hak penerima tersalurkan secara tepat sasaran.[]








