PIDIE, FR — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menghentikan sambutannya sejenak saat azan berkumandang di tengah konferensi pers pengungkapan kasus narkotika hasil operasi gabungan di Kabupaten Pidie, Aceh.
Kapolri memilih diam dan mendengarkan azan hingga suasana kembali kondusif. Sikap tersebut turut diikuti para pejabat dan peserta yang hadir dalam kegiatan itu.
Momen tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Aceh. Salah seorang warga, Asnawi, menilai sikap Kapolri mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal yang dijunjung masyarakat Aceh.
“Terima kasih dan selamat datang, Bapak Kapolri, ke Aceh dalam rangka memberantas narkotika. Kami masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi atas sikap Kapolri yang begitu memahami kearifan Aceh,” kata Asnawi.
Menurut Asnawi, saat Kapolri sedang menyampaikan sambutan, suara azan terdengar dari sejumlah masjid di sekitar lokasi kegiatan. Kapolri kemudian menghentikan pidatonya untuk menghormati azan yang sedang dikumandangkan.
Bagi Asnawi, sikap tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kehidupan beragama masyarakat Aceh, yang menjadikan azan sebagai panggilan untuk menunaikan salat.
Momen itu berlangsung di tengah agenda pemberantasan narkotika di Aceh. Sikap Kapolri tersebut pun menjadi perhatian karena memperlihatkan penghormatan terhadap nilai keagamaan di tengah pelaksanaan tugas negara.
Polisi bersama masyarakat, tegas dalam tugas dan santun dalam sikap.








