BANDA ACEH, FR – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menegaskan telah menindaklanjuti persoalan pemasangan CCTV di ruang bidan kamar bersalin yang videonya beredar di media sosial. Evaluasi internal dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur serta perlindungan privasi pasien dan tenaga kesehatan.
Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar Harun, SKM, M.Kes., menjelaskan bahwa pemasangan CCTV tersebut bukan merupakan kebijakan pimpinan rumah sakit. Menurutnya, setiap pemasangan perangkat pengawasan di lingkungan rumah sakit harus melalui koordinasi dan persetujuan pihak berwenang dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kerahasiaan, dan privasi.
Sebagai tindak lanjut, manajemen telah memberikan sanksi kepada pihak yang terkait dengan pemasangan CCTV dan penyebaran video tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap kepatuhan pada standar operasional prosedur (SOP) serta mekanisme koordinasi internal.
Muhazar mengatakan, peristiwa tersebut menjadi momentum bagi manajemen untuk memperkuat pengawasan dan memperbaiki komunikasi di lingkungan rumah sakit. Koordinasi antara kepala ruangan, wakil kepala ruangan, dan staf juga perlu ditingkatkan agar setiap persoalan dapat ditangani sesuai prosedur.
Ia menegaskan, setiap permasalahan internal harus disampaikan melalui jalur pelaporan yang tepat sehingga dapat ditangani berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Muhazar mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak menyebarluaskan rekaman maupun informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran konten tanpa konteks yang utuh dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak terkait.
“Kami memastikan persoalan ini telah ditindaklanjuti. Evaluasi dan pembenahan internal terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Prioritas kami adalah menjaga profesionalitas, melindungi privasi, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Muhazar.
Manajemen RSUDZA berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kedisiplinan, serta menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat. (R)







