Forumrakyat.co.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satunya melalui orientasi layanan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) serta Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi petugas kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ibnu Sina Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26-30 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2-6 November 2026.
Orientasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memastikan setiap anak mendapatkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara optimal sejak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali kemampuan melakukan pemantauan pertumbuhan, stimulasi perkembangan, deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang, hingga intervensi dan rujukan sesuai kebutuhan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan penguatan kompetensi petugas kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak.
“Pelayanan kesehatan anak tidak hanya berfokus pada pemantauan pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan aspek perkembangan serta pemenuhan kebutuhan gizi anak,” ujar Nurjannah, Rabu (29/10/2026).
Menurutnya, tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan stimulasi, deteksi dini, intervensi hingga rujukan secara tepat. Dengan begitu, apabila ditemukan permasalahan tumbuh kembang maupun gizi pada anak, penanganan dapat segera dilakukan.
Dalam orientasi tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai konsep dasar SDIDTK dan PMBA, pemberian makan pada balita dan anak sekolah, serta stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak di Posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Materi lainnya meliputi intervensi dan rujukan dini tumbuh kembang, pemberian makan pada kondisi khusus, serta pencatatan, pelaporan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SDIDTK.
Selain peningkatan kapasitas petugas, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh juga memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan pertumbuhan serta perkembangan anak balita melalui aplikasi SIGIZI KESGA
Kegiatan penguatan pelaporan dan penginputan data tersebut dijadwalkan pada 2-6 November 2026 dengan melibatkan 11 Puskesmas, yakni Meuraxa, Jaya Baru, Banda Raya, Baiturrahman, Batoh, Kuta Alam, Lampaseh, Lampulo, Jeulingke, Kopelma Darussalam dan Ulee Kareng.
Penguatan penggunaan SIGIZI KESGA diharapkan dapat meningkatkan kualitas data pertumbuhan dan perkembangan balita. Data tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam evaluasi pelayanan sekaligus mendukung tindak lanjut terhadap permasalahan kesehatan anak.
Pemkot Banda Aceh berharap penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui orientasi SDIDTK-PMBA yang disertai perbaikan sistem pelaporan SIGIZI KESGA dapat mendorong pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin terintegrasi dan berkesinambungan.
Dengan pelayanan yang optimal sejak dini, berbagai potensi gangguan pertumbuhan, perkembangan dan masalah gizi pada anak diharapkan dapat dideteksi serta ditangani lebih cepat.






