Partai Aceh Perkuat Regenerasi Kader Melalui Pendidikan Politik

oleh
oleh

BANDA ACEH, FR – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh melalui Departemen Kaderisasi dan Pendidikan Politik menggelar pendidikan politik bertema “Mencetak Kaderisasi yang Transformatif dan Tangguh Ideologi” di Banda Aceh, 27–29 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Komite Peralihan Aceh (KPA), Partai Aceh, Putroe Aceh, MUNA, JASA, Muda Seudang, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Aceh.

Ketua Panitia Pelaksana, dr. Ar-Razi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan ketangguhan ideologi para kader sebagai bekal dalam menjalankan peran politik ke depan.

Menurutnya, penguatan ideologi menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kader yang memiliki pemahaman, komitmen, dan kemampuan menghadapi dinamika politik.

Pendidikan politik tersebut menghadirkan tiga pemateri dari kalangan senior dan elite Partai Aceh, yakni Dr. Teuku Rasyidin, S.H., M.H., CPM, H. Jufri Hasanuddin, M.M., serta Dr. Mohammad Iqbal, M.Pd., AIFO.

Dalam pemaparannya, para pemateri menjelaskan sejarah lahirnya Partai Aceh sebagai partai politik lokal yang tidak terlepas dari perjalanan panjang perjuangan rakyat Aceh hingga tercapainya Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, yang mengakhiri konflik bersenjata.

Mereka juga menjelaskan bahwa Partai Aceh memiliki ideologi ke-Acehan dan beranggotakan para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Selain itu, partai tersebut membuka ruang bagi berbagai elemen masyarakat sipil untuk bergabung dan bersama-sama membangun Aceh.

“Di antara banyaknya partai di Indonesia, hanya Partai Aceh yang mempunyai ideologi ke-Acehan. Partai Aceh diisi oleh para pejuang eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka dan juga membuka ruang bagi seluruh elemen sipil yang ingin menjadi kader Partai Aceh dan bersama membangun Aceh di masa depan,” ujar salah seorang pemateri.

Melalui pendidikan politik tersebut, DPP Partai Aceh berharap dapat melahirkan kader yang transformatif, memiliki pemahaman ideologi yang kuat, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan Aceh ke depan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.