DPK APDESI Meureubo Salurkan Bantuan Banjir Bandang ke Tiga Kabupaten di Aceh
Aceh Barat — Dewan Pimpinan Kecamatan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPK APDESI) Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir bandang di tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
Ketua DPK APDESI Kecamatan Meureubo, Abdul Salam, menyampaikan apresiasi kepada Camat Meureubo Maimun S. STP dan ibu Adriani, S.M, yang telah mendukung penuh kegiatan penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Polsek Meureubo, para donatur, serta tim relawan yang telah bekerja siang dan malam dalam menyalurkan bantuan sejak 23 hingga 26 Desember 2025.
Bantuan difokuskan kepada wilayah terdampak parah, di antaranya Gampong Batang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka; Gampong Baru, Kecamatan Seruway; dan Gampong Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyaluran juga dilakukan di Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, serta Gampong Dayah Kruet dan Gampong Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Abdul Salam menjelaskan bahwa posko open donasi dibuka di halaman Kantor Camat Meureubo. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp71.058.000, yang bersumber dari masyarakat Aceh Barat, khususnya Kecamatan Meureubo, serta dukungan PT JBB, PT CSB, dan PT MAP, ditambah bantuan barang dari Lazizmu Aceh Barat.
Dana dan bantuan tersebut dibelanjakan dalam bentuk logistik dan kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, mi instan, telur, air mineral, tikar, ember, peralatan makan, pakaian layak pakai, serta kebutuhan pokok lainnya.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke titik-titik terdampak dengan berkoordinasi bersama aparatur gampong setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Abdul Salam berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dalam masa tanggap darurat serta menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali pascabencana.
(Zaini Dahlan/forum rakyat )






