Forumrakyat.co.id |Aceh barat : Di tengah meningkatnya budaya saling menyalahkan di ruang publik, Ustadz Syamsul Kamal menghadirkan buku berjudul Di Jalan yang Berbeda, Menuju Tuhan yang Sama sebagai ajakan untuk membangun kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.
Buku ini menyoroti fenomena masyarakat yang kian mudah menghakimi, namun semakin sulit memahami. Perbedaan mazhab, pandangan, hingga keyakinan sering kali menjadi sumber ketegangan, bukan ruang untuk memperkaya perspektif.
Melalui pendekatan reflektif, penulis menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada perbedaan itu sendiri, melainkan pada cara manusia meresponsnya. Ia mengajak pembaca untuk tidak reaktif dalam menilai, serta lebih fokus pada introspeksi diri.
“Tidak semua perbedaan harus diluruskan, dan tidak semua yang tidak sama harus dipermasalahkan,” menjadi pesan utama yang diangkat dalam buku tersebut.
Sebagai kelanjutan dari karya sebelumnya tentang persatuan, buku ini menekankan bahwa persatuan tidak selalu berarti keseragaman. Justru, kedewasaan iman diuji dari kemampuan menerima perbedaan dengan sikap lapang dan bijaksana.
Di era media sosial yang serba cepat dan penuh opini, buku ini hadir sebagai pengingat untuk lebih tenang, tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan, serta membangun pemahaman yang utuh sebelum bersikap.
Melalui karya ini, Ustadz Syamsul Kamal mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak dari kebisingan, dan mulai memperbaiki cara pandang—bahwa di balik perbedaan, semua manusia tetap berjalan menuju tujuan yang sama.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )
Ustadz Syamsul Kamal Rilis Buku Reflektif tentang Kedewasaan Iman di Tengah Perbedaan






