BANDA ACEH, FR – Laporan intelijen terbaru Amerika Serikat menyebut kekuatan militer Iran masih jauh dari kata hancur. Rudal dan ribuan drone dilaporkan tetap utuh dan siap digunakan.
Penilaian intelijen Amerika Serikat pada 2 April 2026 mengungkap bahwa Iran masih mempertahankan kapasitas militer yang signifikan, khususnya dalam hal peluncuran rudal dan penggunaan drone tempur.
Temuan ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut kekuatan militer Iran telah hancur total akibat serangan udara intensif.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui laporan tersebut, sekitar separuh dari peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh dan tetap operasional. Selain itu, ribuan drone, termasuk jenis kamikaze, juga dilaporkan masih tersimpan aman.
Keberlangsungan kekuatan ini tidak lepas dari strategi Iran yang menyimpan persenjataan di jaringan terowongan bawah tanah. Sistem tersebut dinilai efektif melindungi aset militer dari serangan udara.
Lebih lanjut, sumber intelijen memperingatkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan di seluruh kawasan,” ujar salah satu sumber, seperti dilaporkan CNN.
Dengan masih kuatnya kapasitas militer Iran, situasi keamanan di kawasan diperkirakan tetap memanas. Laporan ini menjadi sinyal bahwa ancaman dari Iran belum sepenuhnya mereda meski telah menghadapi tekanan militer dalam beberapa waktu terakhir. R






