SEMARANG, FR – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima anugerah The 1st PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 kategori Special Awards, subkategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi.
Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak PRIWOLA 2026 yang berlangsung di Universitas Semarang (USM), Kamis (10/9/2026). Illiza menjadi satu dari delapan kepala daerah perempuan yang menerima penghargaan tersebut.
Selain Illiza, penghargaan serupa diberikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, Bupati Musi Rawas Ratna Machmud, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
PRIWOLA 2026 mengusung tema “Lead with Impact, Inspire with Communication”. Penghargaan ini diberikan kepada perempuan yang dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan berdampak, membangun kepercayaan, menjaga reputasi, serta menghadirkan perubahan melalui komunikasi.
Founder dan CEO PR INDONESIA, Asmono Wikan, mengatakan kepemimpinan tidak cukup diukur dari jabatan, kewenangan, maupun besarnya organisasi yang dipimpin. Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang berhasil diwujudkan serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Kepemimpinan harus tercermin dari perubahan yang berhasil diwujudkan serta manfaat yang diberikan kepada organisasi dan masyarakat,” ujar Asmono.
Ia menambahkan, komunikasi merupakan bagian penting dalam membangun hubungan antara pemimpin, organisasi, dan publik. Komunikasi, kata dia, bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman dan mendorong keterlibatan masyarakat.
“Komunikasi adalah kemampuan membangun pemahaman, menumbuhkan harapan, menggerakkan partisipasi, dan menginspirasi orang lain untuk mengambil bagian dalam perubahan,” katanya.
Secara keseluruhan, PRIWOLA 2026 menetapkan 44 pemimpin perempuan dari berbagai daerah dan institusi sebagai penerima penghargaan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kepala daerah hingga profesional di bidang komunikasi korporasi dan publik.
Asmono berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan dan komunikasi.
“Teruslah memimpin dengan keberanian, berkomunikasi untuk menginspirasi, dan menghadirkan dampak yang bermakna bagi Indonesia,” katanya.






