PAS Bantu Fasilitasi Pemulangan Jenazah Mulyadi Ke Bireuen

oleh
Pemulangan jenazah Mulyadi Bin Abdurrahman oleh relawan PAS ke Bireuen.

BIREUEN (FR) Persaudaraan Aceh Seranto (PAS) berhasil memfasilitasi pemulangan jenazah Mulyadi Bin Abdurrahman, warga Desa Blang Sama Gadeng, Kecamatan Pandrah, Bireuen.

Mulyadi yang berusia 38 tahun meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengoperasikan alat berat excavator dan tertimbun longsor di Malaysia pada hari Senin, 13 Mei 2024.

Kejadian tragis ini sempat viral di media sosial, menimbulkan kebingungan mengenai identitas almarhum. Banyak pihak berspekulasi bahwa Mulyadi adalah warga Pidie, dengan beberapa menyebutnya berasal dari Laweung dan Tangse.

Namun, kemudian dipastikan bahwa korban adalah warga Bireuen. Jenazahnya dievakuasi ke Hospital Kemaman, Selangor, Malaysia.

Pada Sabtu, 18 Mei 2024, jenazah Mulyadi tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pukul 08:39 WIB dengan menggunakan maskapai AirAsia.

Relawan dari Persaudaraan Aceh Seranto segera memproses kedatangan jenazah. Setelah semua proses selesai, jenazah diberangkatkan dari Cargo SIM pukul 10:38 WIB menggunakan ambulance APV B 2087 UKL milik Aceh Seranto dan tiba di rumah duka pukul 13:20 WIB.

Penyerahan jenazah dilakukan oleh H. Akhyar Kamil, S.H., melalui relawannya kepada keluarga di hadapan perangkat desa dan ratusan pelayat yang sudah menanti.

H. Akhyar Kamil menyampaikan terima kasih kepada keluarga, relawan, simpatisan, Persaudaraan Aceh Seranto, ERPA, IEA-Aceh, serta seluruh masyarakat Aceh baik yang di perantauan maupun di dalam provinsi yang telah mendoakan dan mengawal proses pemulangan jenazah Mulyadi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendoakan saudara kita. Ini adalah bukti nyata dari kebersamaan dan kepedulian kita sebagai masyarakat Aceh,” ujar H. Akhyar Kamil.

Pemulangan jenazah ini menjadi bukti solidaritas dan kepedulian antar warga Aceh di manapun mereka berada, pungkas Ketua PAS Pusat ini.(Fauzi Alaydrus).

No More Posts Available.

No more pages to load.