Langsa,ForumRakyat.co.id – Di tengah hiruk pikuk persaingan politik yang semakin memanas jelang Pemilihan Walikota Langsa 2025, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Maimul Mahdi, S.Sos., MAP, dan Nurzahri, ST, atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Mandiri, menunjukkan langkah besar dengan menyerap aspirasi pemuda milenial Kota Langsa. Sabtu (13/09).
Dalam acara yang berlangsung di Café Pangeran, Langsa, keduanya menerima kunjungan puluhan pemuda dan pemudi milenial yang hadir untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung visi-misi Mandiri untuk masa depan kota.
Maimul Mahdi, putra asli Langsa kelahiran 12 Mei 1975, bukanlah sosok asing bagi warga. Sebagai politisi yang telah duduk selama tiga periode di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, Maimul kini menjabat sebagai Ketua DPRK (2019-2024) dari Fraksi Partai Aceh (PA).
Karier politik yang panjang dan stabil ini memberikan modal pengalaman yang matang dalam birokrasi pemerintahan lokal.
Dalam pertemuan dengan para pemuda milenial, Maimul menjelaskan bahwa ia siap melanjutkan berbagai program strategis yang telah berjalan selama masa jabatannya, baik yang merupakan inisiatif pribadinya maupun warisan pemerintahan sebelumnya.
“Langsa selama ini telah mengalami berbagai perubahan besar di bawah kepemimpinan Umara (Usman Abdullah-Marzuki Hamid) pada dua periode sebelumnya. Kami melihat banyak sekali program yang berhasil merevolusi wajah kota, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan sektor wisata,” ungkap Maimul.
Program-program unggulan yang diinisiasi oleh pemerintahan Umara, menurut Maimul, telah membangun fondasi yang kuat untuk Langsa.
Beberapa di antaranya adalah peningkatan infrastruktur jalan, pengembangan fasilitas kesehatan, dan revitalisasi kawasan wisata alam dan sejarah.
“Kami tidak hanya akan melanjutkan, tetapi juga memperbarui dan mempercepat implementasi dari program-program tersebut agar Langsa semakin maju dan dikenal lebih luas sebagai kota yang modern namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Di sisi lain, Nurzahri, ST, dikenal sebagai sosok intelektual dan politikus berpengaruh di Aceh. Lahir dari latar belakang aktivisme, Nurzahri adalah mantan anggota DPR Aceh yang terpilih dua periode berturut-turut, serta pernah menjabat sebagai Ketua Komisi A (2012-2014) dan anggota DPR Aceh periode 2014-2019.
Sebagai juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh, ia kerap dikenal sebagai suara yang lugas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh, khususnya pasca-damai.
Dalam pertemuan dengan para milenial, Nurzahri menekankan pentingnya kemandirian Aceh melalui status Otonomi Khusus yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
“Pasca damai Aceh, kita memiliki kesempatan besar untuk membangun daerah ini sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Kemandirian ini adalah modal penting yang harus kita jaga dan optimalkan,” jelasnya.
Nurzahri juga menggarisbawahi bahwa Langsa sebagai bagian dari Aceh harus mampu memanfaatkan keistimewaan Otonomi Khusus untuk mengembangkan sektor-sektor strategis, seperti pendidikan, ekonomi, dan pembangunan sosial.
“Langsa harus bisa menjadi kota yang mandiri, yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga mengembangkan potensi manusia, ekonomi kreatif, dan teknologi untuk menjadi motor penggerak utama kemajuan kota,” tegasnya.
Dukungan Milenial: Energi Baru untuk Langsa yang Lebih Dinamis
Pertemuan yang berlangsung hangat di Café Pangeran ini dihadiri oleh puluhan milenial dari berbagai latar belakang.
Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme terhadap visi dan misi pasangan Mandiri. Mereka ingin melihat perubahan nyata yang menyentuh kebutuhan generasi muda, mulai dari penyediaan lapangan kerja, pengembangan sektor ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Salah seorang milenial yang hadir, Rina, menyatakan bahwa generasi muda membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki rekam jejak kuat, tetapi juga memahami dinamika zaman.
“Kami membutuhkan pemimpin yang bisa menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Maimul Mahdi dan Nurzahri memiliki pengalaman yang solid, tapi kami berharap mereka juga bisa memahami tantangan milenial dan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pemuda juga menyampaikan harapan terkait pengembangan ruang publik dan fasilitas olahraga, yang dianggap sangat minim di Langsa.
Mereka ingin Langsa menjadi kota yang lebih ramah terhadap kaum muda dengan menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi.
Mandiri: Siap Berkolaborasi dan Mewujudkan Harapan Warga
Di akhir pertemuan, pasangan Mandiri menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan Langsa sebagai kota yang lebih maju, mandiri, dan inklusif.
“Kami berdua datang dari latar belakang politik yang berbeda, tapi kami memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menjadikan Langsa sebagai kota yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan dukungan dari pemuda, kami percaya perubahan itu bisa terjadi lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Nurzahri menutup pertemuan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pasangan Mandiri untuk semakin mendekatkan diri dengan kelompok milenial dan masyarakat umum, memperlihatkan bahwa mereka siap membawa Langsa ke arah yang lebih baik, modern, dan progresif tanpa melupakan nilai-nilai lokal yang telah menjadi ciri khas kota ini.






