Pesan Moral di Bukber IWO Aceh Barat: Tulisan Wartawan Bisa Jadi Cahaya atau Luka

oleh

Forumrakyat.co.id |‎Meulaboh : Ikatan Wartawan Online (IWO) Aceh Barat menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dengan anggota dan pengurus serta memberikan santunan kepada anak yatim pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Warkop K2 Gampong Gampa, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

‎Selain dihadiri anggota dan pengurus IWO, kegiatan tersebut juga mengundang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh Barat, Dedi Mulianda, para jurnalis, aparatur gampong, tokoh masyarakat Gampong Gampa, serta anak-anak yatim.

‎Ketua IWO Aceh Barat, Syamsul Rizal AZM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berkat partisipasi para anggota IWO. Ia mengaku bangga karena kegiatan ini murni hasil patungan dari rekan-rekan pers yang tergabung dalam organisasi tersebut.

‎“Alhamdulillah, meskipun sederhana kami merasa bangga karena kegiatan ini terlaksana dari kebersamaan dan kekompakan rekan-rekan pers di IWO. Terima kasih kepada semua anggota dan para tamu undangan yang telah hadir,” ujar Syamsul.

‎Ia juga menekankan kepada seluruh insan pers yang tergabung dalam IWO agar selalu bekerja secara profesional dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik.

‎Syamsul menambahkan bahwa organisasi IWO telah berdiri selama 12 tahun secara nasional, sementara untuk Aceh Barat baru terbentuk pada April 2025. Melalui Musyawarah Daerah (Musda), dirinya dipercaya memimpin IWO Aceh Barat.

‎“Saya berharap kita semua tetap kompak dan solid dalam menjalankan tugas. Sebagai pimpinan, saya tidak boleh mengintervensi rekan-rekan dalam membuat berita. Yang terpenting adalah selalu melakukan konfirmasi, cek, dan kroscek dalam setiap pemberitaan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominsa Aceh Barat, Dedi Mulianda, dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Bupati Aceh Barat agar seluruh insan pers dapat merangkul satu sama lain dan bersinergi dengan pemerintah.

‎“Hari ini kita mungkin berbeda wadah, tetapi semangat kita tetap sama, yaitu untuk membangun daerah. Pers adalah pemerhati sekaligus penyeimbang pemerintah. Jika kami melakukan kesalahan atau kekurangan, silakan diberitakan selama berita itu benar,” ujarnya.

‎Acara buka puasa bersama tersebut kemudian ditutup dengan ceramah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Syamsul Kamal, sekaligus diakhiri dengan doa bersama.

‎Dalam ceramahnya, Ustadz Syamsul Kamal menekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai kompas moral di tengah derasnya arus informasi dan berbagai krisis global.

‎Ia menyampaikan bahwa profesi wartawan merupakan profesi yang mulia karena berhubungan langsung dengan kata-kata yang dapat membentuk cara pandang masyarakat.

‎“Dalam Islam, kata itu bukan perkara ringan. Satu kalimat bisa menjadi cahaya, tetapi satu kalimat juga bisa menjadi luka,” ujarnya.

‎Menurutnya, di tengah krisis global dan ketegangan dunia, sering kali yang memperkeruh suasana bukan hanya peluru, tetapi juga narasi.

‎“Kalau dulu pedang bisa melukai fisik, hari ini tulisan bisa melukai hati. Karena itu wartawan bukan hanya pemburu berita, tetapi juga penjaga nurani publik,” tegasnya.

‎Dalam ceramah tersebut, Ustadz Syamsul Kamal juga menyampaikan analogi yang menggugah perenungan.

‎“Saya sering berpikir, hidup ini mirip dunia jurnalistik. Seorang wartawan menulis berita, ada proses editing, ada koreksi, ada klarifikasi. Ramadhan itu seperti ruang redaksi kehidupan kita,” katanya.

‎Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum untuk membaca kembali “berita tentang diri sendiri”, melakukan introspeksi, dan memperbaiki kualitas diri.

‎(Zaini Dahlan / forum rakyat )

No More Posts Available.

No more pages to load.