Forumrakyat.co.id | Bandung Barat— Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah lama rutin menyalurkan hewan kurban menggunakan dana pribadi, jauh sebelum menjabat sebagai presiden maupun Menteri Pertahanan.
Fauka yang dikenal sebagai eks Tim Mawar menyebut, Prabowo setiap tahun menyembelih hampir 100 ekor sapi kurban menggunakan dana pribadi. Kebiasaan itu, kata dia, telah berlangsung sejak Prabowo masih menjabat sebagai ketua umum partai Gerindra dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Pak Prabowo sendiri secara pribadi, sebelum jadi presiden, sebelum jadi menhan, beliau masih ketua umum partai, itu mengeluarkan dana pribadi untuk kurban nilainya cukup banyak, hampir 100 ekor, dan itu setiap tahun dengan menggunakan kantong pribadi, termasuk tahun ini,” ujar Fauka di sela kegiatan sosial Garda Mawar berupa peletakan batu pertama pembangunan jalan untuk warga di Desa Pasir Lango, Bandung Barat, Minggu (31/5).
Fauka menegaskan, dirinya menyaksikan langsung kebiasaan tersebut berlangsung setiap tahun.
“Saya yang menyaksikan hal tersebut yang dilakukan Pak Prabowo setiap tahunnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauka saat merespons polemik terkait pengadaan sapi kurban presiden yang dikaitkan dengan penggunaan APBN.
Pria yang pernah diutus langsung oleh Prabowo untuk memenangkan pasangan Mualem–Dek Fadh pada Pilkada Aceh 2025 lalu itu juga dikenal sebagai bagian dari Tim Mawar Kopassus. Menurutnya, polemik yang berkembang tidak melihat konteks secara menyeluruh karena bantuan kurban presiden merupakan program yang telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.
Komandan Timsus 08 itu mengatakan bantuan hewan kurban dari presiden sudah berjalan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, bahkan sebelumnya, sehingga tidak tepat apabila diarahkan sebagai persoalan personal terhadap Prabowo.
Menurut Fauka, kebiasaan Prabowo berkurban dalam jumlah besar dengan dana pribadi justru menunjukkan konsistensi yang telah berlangsung lama, bukan sesuatu yang baru dilakukan setelah berkuasa. Ia juga menegaskan praktik tersebut masih berjalan hingga tahun ini.
“Pasti ada aja agenda-agenda politik yang berusaha menjatuhkan Pak Prabowo,” kata Fauka menanggapi polemik yang berkembang.
Ia juga menyayangkan adanya kekeliruan pernyataan salah satu pembantu presiden yang kemudian dimanfaatkan untuk menyerang Prabowo secara pribadi, padahal bantuan kurban presiden merupakan program kelembagaan yang tetap berjalan bagi masyarakat.
“Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan untuk masyarakat,” tegasnya.
Fauka turut mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan cermat menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial. Menurutnya, banyak narasi yang berkembang bersifat provokatif dan berpotensi menimbulkan keresahan.
“Dalam menghadapi geopolitik sekarang ini, persatuan lebih penting. Lebih baik kita melakukan kegiatan positif untuk masyarakat seperti yang Garda Mawar lakukan hari ini. Banyak masyarakat di bawah yang membutuhkan bantuan langsung dan manfaat nyata,” tutup Fauka.(**)







