JAKARTA, FR – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah pelaksanaan pemilihan umum. Menurutnya, kompetisi politik harus berakhir begitu rakyat menentukan pilihannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Prabowo menyoroti masih sering munculnya kegaduhan politik setelah pemilu selesai. Padahal, menurutnya, bangsa Indonesia seharusnya kembali bersatu untuk fokus membangun negara.
“Bangsa Indonesia harus berhenti menciptakan kegaduhan politik. Kita harus bersatu untuk mencapai kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkap pengalaman pribadinya mengikuti kontestasi politik. Ia mengaku telah lima kali meminta mandat rakyat, namun empat kali harus menerima kekalahan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tetap menghormati hasil demokrasi dan tidak pernah mengganggu pemimpin yang terpilih.
“Saya selalu berusaha dengan persuasi. Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat,” ujarnya.
Menurut Prabowo, menerima hasil pemilu merupakan bagian dari kedewasaan berdemokrasi. Setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen bangsa harus kembali bersatu tanpa memandang siapa yang menang maupun kalah.
Ia menegaskan, energi bangsa sebaiknya diarahkan untuk memperkuat ilmu pengetahuan, teknologi, industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan terus terjebak dalam konflik politik. (R)








