MEDAN, FR — Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hallroom Rahmat Gallery, Medan, Sabtu (22/8/2026).
Rapimnas tersebut menjadi momentum bagi DMDI Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Umum DMDI Indonesia, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, SE, MM. Rapimnas turut dihadiri perwakilan DMDI dari sejumlah negara Asia, di antaranya Malaysia, Kamboja, dan Singapura.
Kehadiran perwakilan dari berbagai negara tersebut menunjukkan komitmen DMDI dalam mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Melayu dan umat Islam di kawasan Asia.
Dalam kesempatan itu, Said Aldi menegaskan bahwa keberadaan DMDI harus memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat, terutama ketika terjadi bencana maupun musibah kemanusiaan.
“DMDI harus hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Solidaritas dan kepedulian harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Said Aldi.
Ia mengatakan, salah satu perhatian DMDI saat ini adalah membantu masyarakat yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, semangat kemanusiaan merupakan bagian penting dari perjuangan DMDI dalam memperkuat persaudaraan Melayu dan Islam.
Selain membahas agenda kemanusiaan, Rapimnas juga membicarakan sejumlah program strategis yang dinilai sejalan dengan program pemerintah.
Said Aldi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengatakan DMDI memiliki berbagai program yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Yang tak kalah penting, DMDI penuh dengan program yang sejalan dengan program Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, ketahanan pangan serta program-program lainnya. Kita siap mengambil bagian dan berkontribusi untuk menyukseskannya,” katanya.
Menurut Said Aldi, program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak perekonomian melalui keterlibatan petani, peternak, pelaku UMKM, serta berbagai sektor usaha lainnya.
Demikian pula dengan program ketahanan pangan. DMDI, kata dia, dapat mendorong masyarakat agar lebih produktif melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan usaha ekonomi berbasis masyarakat.
“DMDI memiliki jaringan yang luas. Ini merupakan kekuatan yang harus kita manfaatkan untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Rapimnas DMDI Indonesia diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi DMDI, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan dukungan jaringan DMDI di berbagai negara, organisasi tersebut diharapkan semakin solid dalam menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, serta kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
(red)








