Roma, FR – Pemerintah Italia menegaskan tidak ingin menerima tiket “gratis” menuju Piala Dunia 2026 dengan menggantikan Iran yang tengah diterpa isu potensi boikot internasional. Italia memilih tetap menghormati hasil kompetisi dan menolak segala bentuk kelolosan yang dianggap kontroversial.
Isu ini mencuat setelah muncul spekulasi mengenai kemungkinan Iran dicoret dari putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Situasi geopolitik yang memanas serta potensi pembatasan diplomatik membuat sejumlah pihak mulai membahas kemungkinan adanya slot kosong di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Namun, Italia menolak keras wacana tersebut.
Gli Azzurri sendiri dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai hanya finis di posisi kedua grup kualifikasi zona Eropa di bawah Norwegia. Harapan mereka pupus setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada partai final play-off akhir Maret lalu.
Kegagalan itu memperpanjang catatan buruk Italia yang kini terancam absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, setelah sebelumnya juga gagal tampil pada edisi 2018 dan 2022. Padahal, Italia merupakan salah satu raksasa sepak bola dunia dengan koleksi empat gelar juara dunia.
Di tengah situasi tersebut, muncul usulan mengejutkan dari Paolo Zampolli, utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang juga memiliki darah Italia. Ia disebut mengajukan proposal agar Italia dipertimbangkan sebagai pengganti Iran jika FIFA benar-benar mengambil keputusan mencoret negara tersebut dari turnamen.
Zampolli mengaku telah menyampaikan gagasan itu langsung kepada Presiden Amerika Serikat dan Presiden FIFA. Menurutnya, Italia sebagai negara dengan sejarah besar di sepak bola dunia layak mendapat tempat jika terjadi perubahan peserta.
Meski demikian, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan pemerintah Italia mengambil sikap berbeda. Mereka menegaskan bahwa Italia tidak ingin lolos melalui jalur nonkompetitif.
“Kami menghormati aturan dan hasil di lapangan. Italia harus kembali ke Piala Dunia dengan prestasi, bukan karena situasi politik negara lain,” demikian sikap yang berkembang di internal federasi, dikutip dari media olahraga Italia.
FIFA sendiri hingga kini belum mengeluarkan keputusan resmi terkait status Iran di Piala Dunia 2026. Timnas Iran sebelumnya telah memastikan tiket ke putaran final melalui jalur kualifikasi Asia.
Selama belum ada keputusan resmi dari FIFA, spekulasi soal penggantian peserta masih sebatas wacana. Namun satu hal yang pasti, Italia memilih menjaga harga diri sepak bolanya daripada menerima jalan pintas menuju panggung dunia.







